Search This Blog

Strategi Menkes Digitalisasi Sistem Kesehatan RI: AI hingga Robot Bedah

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Strategi Menkes Digitalisasi Sistem Kesehatan RI: AI hingga Robot Bedah
Oct 26th 2025, 11:11 by kumparanTECH

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Digitalisasi bukan sekadar wacana di dunia kesehatan. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan transformasi besar sedang terjadi saat ini, dari sistem data yang kini terhubung antar-fasilitas kesehatan hingga penggunaan robot bedah dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan layanan medis di Indonesia.

"Digitalisasi, konektivitas, robotik, dan bioteknologi akan berdampak besar terhadap perkembangan AI di kesehatan. Dan itu akan mengubah layanan kesehatan di Indonesia," kata Budi saat mengisi Keynote Speech di acara AI for Indonesia 2025, yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10).

Budi mengatakan, saat ini pemerintah telah melakukan standarisasi besar-besaran, mulai dari format data digital, protokol komunikasi antar sistem, hingga keamanan siber.

Data-data rekam medik yang sebelumnya tidak terintegrasi, saat ini sudah mulai diintegrasikan ke dalam sistem sehingga bisa memudahkan pasien saat mau berobat di rumah sakit pemerintah yang berbeda.

"Kalau di perbankan ada ISO 8583, di kesehatan kita pakai standar FHIR HL-7," jelas Budi. "Sekarang 38 ribu fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, dan apotek sudah terkoneksi. Meski belum semuanya bisa tukar data, tapi fondasinya sudah ada," kata Budi.

Data yang terkumpul ini, kini mencapai miliaran entri dengan dua miliar data kesehatan. Setiap harinya, masuk sekitar 600 ribu data baru dari berbagai fasilitas. Data ini tersimpan aman di dua penyedia cloud global, disimpan dengan sistem keamanan tinggi.

Namun, semua data ini baru bisa berguna jika diolah dengan AI. Kemenkes kini melatih sistem AI untuk membaca data medis, mulai dari X-ray, CT scan, hingga hasil patologi anatomi.

Peluncuran robot bedah Da Vinci Xi oleh Siloam Hospitals. Foto: Nabila Ulfa/kumparan
Peluncuran robot bedah Da Vinci Xi oleh Siloam Hospitals. Foto: Nabila Ulfa/kumparan

"Biasanya dokter baca x-ray untuk TBC. Sekarang kita latih AI untuk mengenali 31 jenis kondisi paru, nanti akan kita kembangkan sampai 124 readings," kata Budi.

AI juga tengah diuji untuk menganalisis stroke, kanker, dan penyakit kompleks lainnya. Di bidang robotik, Indonesia mulai mengejar ketertinggalan. Tahun ini, Kemenkes mengumumkan tertarik memboyong 15 hingga 16 unit robot bedah Da Vinci level 5 ke Indonesia. Versi terbaru akan ditempatkan di sejumlah rumah sakit besar di Indonesia. Robot ini akan digunakan untuk operasi jantung, stroke, hingga ortopedi.

"Kalau Siloam punya yang level 4, kita beli yang level 5," ujar Budi.

Selain untuk pembedahan, teknologi robotik juga diterapkan pada rehabilitasi medis.

Transformasi digital ini akan berpuncak pada tiga lapisan besar data nasional, yakni Database demografis, seperti nama, umur, alamat; Database klinis, berisi riwayat kesehatan, tekanan darah, hasil lab, CT scan, hingga resep obat; dan Database genomik, menyimpan informasi DNA dan faktor genetik tiap individu. Ketiganya akan terhubung lewat aplikasi SatuSehat, yang memungkinkan pasien dan dokter mengakses riwayat medis di mana pun.

"Kalau mau periksa di RS Pondok Indah atau beli obat di apotek Senopati, datanya langsung terhubung," kata Budi.

Reporter: Muhamad Ardiyansyah

Media files:
01k8852keek6kvq0gy70d0x6kg.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar