Search This Blog

Prokesmas Puja Pertamina EP: Saat Program Kesehatan Jadi Sumber Ekonomi Baru

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Prokesmas Puja Pertamina EP: Saat Program Kesehatan Jadi Sumber Ekonomi Baru
Oct 18th 2025, 12:44 by kumparanBISNIS

Pemberian Makan Tambahan untuk balita di Rumah Bahagia PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Pemberian Makan Tambahan untuk balita di Rumah Bahagia PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Program Pengembangan Kesehatan Masyarakat Terpadu atau Prokesmas Puja di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi bukti bagaimana inisiatif sosial bisa berkembang menjadi penggerak ekonomi komunitas.

Program yang diinisiasi PT Pertamina EP Sanga Sanga ini mengintegrasikan upaya peningkatan gizi, pemberdayaan anak-ibu, hingga pengelolaan lingkungan dan ekonomi warga dalam satu ekosistem berkelanjutan.

Community Development Officer PT Pertamina EP Asset 5 Sanga Sanga Field, Sarah Dhea Pratiwi, menjelaskan kegiatan ini bermula dari kepedulian terhadap kondisi gizi anak-anak di wilayah sekitar operasi.

"Pertama ini di Kecamatan Samboja yang diinisiasi oleh EP Sanga Sanga. Ini kegiatan di dalam, adik-adik lagi kita kasih PMT [Pemberian Makan Tambahan]. Tapi sebenarnya PMT-nya bukan makanan berat full ya," ujarnya saat ditemui di Rumah Bahagia Program Prokesmas Puja, Sungai Seluang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Kamis (16/10).

Community Development Officer PT Pertamina EP Asset 5 Sanga Sanga Field, Sarah Dhea Pratiwi, di Rumah Bahagia PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Community Development Officer PT Pertamina EP Asset 5 Sanga Sanga Field, Sarah Dhea Pratiwi, di Rumah Bahagia PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Program ini, lanjut Sarah, dijalankan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pojka PKK, dengan fokus utama memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak dengan kondisi gizi kurang.

Selain mendapatkan asupan tambahan seperti bakso, buah, dan susu, anak-anak juga diajak membaca buku cerita di "pojok baca" yang dikelola oleh ibu-ibu PKK.

"Agenda mereka selain PMT juga kegiatan literasi. Jadi sebelum makan, anak-anak dibacakan buku cerita dulu," kata Sarah.

Peserta program mengikuti kegiatan antara 14 hingga 56 hari, tergantung pada kategori status gizi masing-masing anak. Bagi warga yang kesulitan transportasi, kader kesehatan mengantarkan makanan langsung ke rumah atau mengizinkan orang tua mengambilnya menggunakan lunchbox.

Program Integrasi Unggulan Pertamina EP

Prokesmas Puja dirancang dalam lima sub-unit kegiatan, yaitu IKAN PESUT (Ikatan Kader Pemburu Suspect Tuberkulosis), PANTAS PENTAS (Pantang Anak Stunting dan Penanggulangan Anak Stunting), PUSPA KASIH (Pusat Pemantauan Persalinan Aman Kader Sayang Ibu Hamil), KUPENDAM ASA (Kumpulan Pendonor Maternal Agar Selamat), dan TATO MACAN (Taman TOGA Makin Cantik).

Masing-masing sub-unit saling terhubung dan mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kepala Puskesmas Sungai Seluang, Suud, menyebut pendekatan terintegrasi ini membuat setiap program saling menguatkan.

"Seluruh program Prokesmas Puja itu lima-limanya terintegrasi semua, jadi saling berkaitan. Misalnya TOGA-nya bisa men-support makanan seperti kelor untuk anak stunting atau jamu untuk penyakit TB [tuberkolosis]," ujarnya.

Produk Bank Sampah Seluang Sehat PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10).  Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Produk Bank Sampah Seluang Sehat PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Program IKAN PESUT misalnya, berfokus pada deteksi dan pendampingan pasien TB di Kelurahan Sungai Seluang. Sebelum pendampingan, tidak ada screening suspect TB. Setelah program berjalan, dilakukan screening terhadap 199 orang, dengan penurunan kasus TB sebanyak 15 orang selama periode 2022–2025.

Sementara PANTAS PENTAS menyasar anak-anak dengan gizi kurang. Sebanyak 137 balita telah disaring, dan 103 di antaranya dirujuk ke Rumah Bahagia untuk mendapatkan perawatan dan PMT. Angka stunting pun turun sebanyak 29 kasus.

Di sisi lain, program PUSPA KASIH berhasil menurunkan angka kematian ibu hamil dan melahirkan menjadi nol kasus sejak 2023, dengan 81 ibu hamil mendapat pendampingan rutin oleh kader kesehatan.

Program KUPENDAM ASA berperan penting dalam penyediaan darah bagi ibu hamil. "Pelaksanaan donor darah dua sampai tiga kali per tahun, dan terbentuk jaringan donor sukarela di masyarakat sebanyak 50 orang," terang Suud.

Sementara itu, program TATO MACAN berfokus pada pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dikelola masyarakat setempat. Salah satu penggagasnya, Nandar, menceritakan inisiatif ini berawal dari keinginan warga untuk menghidupkan kembali lahan tidak produktif di lingkungan mereka.

"Awalnya kita ini melihat ada tanah kosong yang tidak produktif. Kita berbincang dengan pihak kelurahan dan Pertamina, gimana caranya tanah ini bisa produktif. Akhirnya jadilah kebun TOGA," ujarnya.

Kini, lahan seluas 625 meter persegi telah dimanfaatkan untuk menanam 17 jenis tanaman obat, termasuk kelor, kunyit, dan jahe merah.

"Dari produk jamu instan ini, pendapatan bisa sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per bulan," ujarnya.

Rumah Bahagia PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10).  Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Rumah Bahagia PT Pertamina EP Sanga Sanga, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Tak hanya sektor kesehatan, Prokesmas Puja juga melahirkan program pengelolaan sampah rumah tangga melalui Bank Sampah Seluang Sehat. Menurut Sekretaris Bank Sampah Seluang Sehat, Sari Nurharyati, kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

"Kalau dulu setiap kali ada pameran, bisa sampai jutaan, Rp 5 juta ke atas. Sekarang kami baru aktif lagi, satu keranjang bisa dijual Rp 200 ribu," katanya.

Hingga 2025, Prokesmas Puja telah menunjukkan hasil, di antaranya peningkatan kemampuan 92 kader kesehatan, pengelolaan 625 m² lahan non produktif menjadi taman TOGA, produksi 70 kg sampah organik per bulan menjadi kompos, serta tambahan pendapatan masyarakat hingga Rp 18 juta per tahun melalui UMKM berbasis pengelolaan sampah dan olahan TOGA.

Program ini juga telah meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional, termasuk Platinum Award di Indonesia Social Responsibility Award 2024 dan Asian Impact Awards Malaysia 2024.

Media files:
01k7qx8nep56gm3z6xsw53a95e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar