Search This Blog

Polinela Ajak Gen Z Kembali ke Kebun Lewat Talkshow SKA Coffee Festival

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polinela Ajak Gen Z Kembali ke Kebun Lewat Talkshow SKA Coffee Festival
Oct 26th 2025, 11:38 by Lampung Geh

Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar acara Talk Show dalam rangka SKA Coffe Festival di Atrium Mall Boemi Kedaton, pada Jumat (24/10). | Foto: Lampung Geh
Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar acara Talk Show dalam rangka SKA Coffe Festival di Atrium Mall Boemi Kedaton, pada Jumat (24/10). | Foto: Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar acara Talk Show dalam rangka SKA Coffe Festival di Atrium Mall Boemi Kedaton, pada Jumat (24/10).

Kegiatan ini mengusung tema "Back to Farm for Gen Z" dan menghadirkan tiga narasumber di antaranya Bery Decky Saputra selaku CEO Lampung Geh, Didik Nirsafian seorang Petani Kopi, kemudian dari Tim ahli Kopi Hafisz Luthfi.

Didik Nursafuan, Petani Kopi mengaku menjadi petani kopi adalah hal yang menyenangkan.

"Menjadi petani kopi sangat menyenangkan, petani kopi bisa freelance, jadi gak setiap waktu kita harus kerja ke kebun kopi dan kopi adalah perdagangan terbesar kedua di dunia," ujarnya.

Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar acara Talk Show dalam rangka SKA Coffe Festival di Atrium Mall Boemi Kedaton, pada Jumat (24/10). | Foto: Lampung Geh
Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar acara Talk Show dalam rangka SKA Coffe Festival di Atrium Mall Boemi Kedaton, pada Jumat (24/10). | Foto: Lampung Geh

Dalam talkshow tersebut, Hafiz Luthfi, tim ahli Kopi mengatakan tantangan saat ini adalah bagaimana bisa membuat Gen-Z bisa tertarik menjadi seorang petani.

"Kita harus membuat trend, trend nya harus dibangun dari media sosial untuk menarik perhatian para gen Z agar mau turun ke kebun," jelasnya.

Selanjutnya, Bery Decky Saputra selaku CEO media Lampung Geh, menyampaikan bagaimana cara memberikan edukasi kepada gen Z bahwa kopi yak sesederhana yang ada di cafe.

"Kita perlu banget ngebentuk personal branding, edukasi sederhana mengenai kopi," jelasnya.

Kemudian, dalam sesi terakhir Bery menegaskan kopi tidak akan bernilai apabila tidak memiliki ilmu yang tepat dalam pengelolaannya.

"Satu biji kopi itu tidak bernilai, karena mungkin prosesnya, proses pengelolaannya itu menjadi kopi itu hanya bernilai, jadi cuman grade 5, atau grade 4, saya gak tahu grade itu berapa. Dengan kita mengenal teknologi, kita bergaul dengan orang-orang yang berjual beli kopi, ternyata, kopi robusta kita bisa menjadi kopi yang bernilai tinggi," pungkasnya. (Putri/Put)

Media files:
01k8fcjy5tztcxyhaqxssxvfrv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar