Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu merespons cepat terjalin kesepakatan damai dengan Hamas, Kamis (9/10). Kesepakatan yang terjalin di Mesir merupakan fase pertama perdamaian.
Netanyahu dalam keterangannya mengatakan, akan segera mengumpulkan anggota pemerintaha pada Kamis (9/10). Itu dilakukan untuk agar kesepakatan damai disepakati seluruh anggota pemerintahan.
Dia kemudian memastikan seluruh sandera Israel di Gaza akan segera kembali pulang. Hamas memastikan bakal mengembalikan sisa sandera berjumlah 20 orang.
"Dengan pertolongan Tuhan kami akan membawa mereka pulang," ucap Netanyahu seperti dikutip dari Reuters.
Kesepakatan damai tahap awal Israel-Hamas disepakati di Mesir tak lama setelah peringatan dua tahun pecahnya perang Gaza.
Laporan otoritas Gaza selama dua tahun serangan sebanyak 67 ribu lebih warga kehilangan nyawa. Sebagian besar adaah penduduk sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
Adapun Presiden AS Donald Trump yang menginisiasi perdamaian mengatakan kesepakatan damai tahap satu sebagai kabar baik bagi dunia Arab dan Muslim.
"Ini adalah hari luar biasa bagi Dunia Arab dan Muslim, seluruh negara sekitar, AS, dan kami berterima kasih kepada mediator Qatar, Mesir dan Turki, yang bekerja membuat peristiwa yang tak pernah terjadi dan bersejarah ini terwujud," ucap Trump.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar