Anggota Komisi III DPRD Kalbar melaksanakanr reses di Kabupaten Landak. Foto: Dok. Istimewa
Hi!Pontianak - Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Barat (Kalbar), Angeline Fremalco, mengajak masyarakat Kabupaten Landak untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting, gangguan gizi kronis yang mengancam pertumbuhan anak-anak, agar masalah ini mendapat perhatian serius dari semua pihak, termasuk orang tua.
"Salah satu ancaman stunting adalah anak-anak yang sulit makan, kemudian dipaksakan makan ala kadarnya. Karena banyak orang tua memberikan konsumsi makanan di bawah standar gizi yang dibutuhkan," katanya, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Legislator PDIP itu mengatakan, stunting adalah merupakan masalah kesehatan dan ancaman serius serta memerlukan penanganan yang serius pula. Dirinya mendorong masyarakat dalam mengatasi masalah stunting, karena masalah stunting ini diperlukan kerja sama yang apik antara pihak pemerintah daerah dengan masyarakat.
"Dengan mengatasi dan mencegah stunting sejak dini, maka bisa membuat Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Landak bisa lebih baik lagi di masa depan, karena tumbuh kembangnya yang optimal," tambahnya.
Ia mengatakan bahwa melalui mekanisme reses, dilakukan evaluasi terhadap berbagai kondisi di masyarakat, termasuk infrastruktur. Diketahui jika kegiatan reses dilaksanakan 3 kali dalam setahun.
"Masyarakat juga mengeluhkan terkait dengan infrastruktur, saya juga sampaikan yang di alami pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi. Apalagi dengan adanya pengurangan dana transfer dari pusat ke daerah, mau tidak mau itu mempengaruhi pembangunan di daerah, kita berusaha menyampaikan situasi apa adanya, karena masyarakat banyak mengeluhkan masalah infrastruktur perbaikan jalan maupun akses jembatan," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar