Ilustrasi logo Olimpiade. Foto: GONZALO FUENTES/AFP
Kabar Komite Olimpiade International (IOC) yang mendesak kepada federasi olahraga untuk tidak menggelar kejuaraan di Indonesia telah menjadi perhatian global. Rusia bahkan turut mengecam rekomendasi IOC tersebut.
Sebelumnya, IOC juga menghentikan semua diskusi tentang potensi tawaran tuan rumah Olimpiade oleh Indonesia sampai pemerintah memberikan jaminan semua atlet di semua negara bisa bermain di Indonesia. Semua ini imbas dari keputusan Pemerintah RI tidak memberi visa kepada atlet Israel sehingga mereka tak bisa bertanding di Kejuaraan Dunia Senam di Jakarta.
Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengomentari rekomendasi IOC terhadap Indonesia tersebut kepada media Rusia, Match TV. Ia sekaligus menanggapi kasus penolakan visa oleh negara-negara Barat bagi warga Rusia dan IOC tetap bungkam dalam kasus-kasus tersebut.
Ini tentu saja merupakan standar ganda," ujar Peskov dengan tegas kepada Match TV.Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto: Alexander Zemlianichenko/POOL/AFP
Atlet-atlet Rusia memang diboikot di ajang olahraga internasional sejak militer Rusia menginvasi Ukraina pada 2022. Sejak itu, IOC dan lembaga olahraga internasional lain melarang atlet Rusia berkompetisi.
Kalaupun mau tanding, atlet-atlet dan tim Rusia dilarang mengibarkan bendera dan memutar lagu kebangsaan. Namun di kualifikasi Olimpiade Musim Dingin 2026, atlet Rusia juga bahkan dilarang main sebagai atlet netral.
Di sisi lain, militer Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza sejak lama dan semakin membabi-buta sejak 2023. Pada September 2025, Komisi Penyelidikan PBB bahkan sudah mengakui hal tersebut.
Namun sampai sekarang, atlet Israel tak pernah diboikot oleh IOC atau lembaga olahraga internasional lainnya. Pelarangan yang dilakukan Indonesia di Kejuaraan Dunia Senam malah dikecam IOC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar