Search This Blog

Hamas Siap Capai Kesepakatan Damai di Gaza, tapi Minta Jaminan Perang Berakhir

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hamas Siap Capai Kesepakatan Damai di Gaza, tapi Minta Jaminan Perang Berakhir
Oct 8th 2025, 10:13 by kumparanNEWS

Pejabat Hamas Khalil Al-Hayya. Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
Pejabat Hamas Khalil Al-Hayya. Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Hamas menyatakan siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza berdasarkan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump. Meski demikian, Hamas masih memiliki tuntutan.

Negosiator Hamas, Khalil Al-Hayya, mengatakan bahwa pihaknya datang ke Mesir untuk terlibat dalam perundingan yang serius dan bertanggung jawab.

"Hamas siap mencapai kesepakatan, tapi memerlukan jaminan untuk mengakhiri perang dan memastikan perang tidak terulang," kata Al-Hayya, tokoh Hamas yang selamat dari serangan Israel ke Qatar bulan lalu ini.

Hal tu dikatakan Al-Hayya dalam wawancara dengan media Mesir, Al Qahera News TV.

Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg mengibarkan bendera Palestina saat berlayar bersama Global Sumud Flotilla menembus blokade laut Israel untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di Yunani, Kamis (25/9/2025). Foto: Stefanos Rapanis/Reuters
Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg mengibarkan bendera Palestina saat berlayar bersama Global Sumud Flotilla menembus blokade laut Israel untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di Yunani, Kamis (25/9/2025). Foto: Stefanos Rapanis/Reuters

Sementara pejabat senior Hamas, Fawzi Barhoum, mengatakan pihaknya ingin mengatasi hambatan yang ditemui dalam perundingan untuk mencapai kesepakatan damai.

"Delegasi gerakan (Hamas) berpartisipasi dalam perundingan saat ini di Mesir sedang berupaya mengatasi semua hambatan untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi aspirasi rakyat kami di Gaza," kata pejabat senior Hamas, Fawzi Barhoum, dalam pernyataan di televisi, dikutip dari Reuters, Rabu (8/10).

Warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara akibat operasi militer Israel, bergerak ke selatan di sepanjang area yang hancur setelah pasukan Israel memerintahkan penduduk Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan, di Jalur Gaza tengah, (23/9). Foto: REUTERS/Mahmoud Issa
Warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara akibat operasi militer Israel, bergerak ke selatan di sepanjang area yang hancur setelah pasukan Israel memerintahkan penduduk Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan, di Jalur Gaza tengah, (23/9). Foto: REUTERS/Mahmoud Issa

Dia mengatakan kesepakatan harus memastikan berakhirnya perang dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza. Israel menolak menarik penuh pasukannya dari Gaza. Sementara Israel menginginkan Hamas menyerahkan senjata, tapi syarat itu ditolak oleh Hamas.

Hamas menginginkan gencatan senjata yang permanen dan komprehensif, penarikan penuh pasukan Israel, dan segera memulai proses rekonstruksi yang komprehensif di bawah pengawasan badan teknokrasi Palestina.

Sementara terkait hambatan perundingan, sayap faksi Palestina termasuk Hamas mengeluarkan pernyataan yang menyatakan siap melawan dengan segala cara.

"Tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan senjata rakyat Palestina," ujar pernyataaan itu.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak banyak mengomentari status perundingan. Tapi dalam pernyataan yang diunggah di X, dia mengatakan bahwa rakyat Israel berada dalam hari-hari penentuan yang menentukan.

"Kami akan terus bertindak untuk mencapai seluruh tujuan perang: mengembalikan semua sandera, menghapus kekuasaan Hamas, dan jaminan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel," kata Netanyahu.

Perundingan Perdamaian Gaza Memasuki Hari Ketiga

Warga berkumpul di lokasi serangan udara Israel yang menghantan bangunan hunian di Kota Gaza, 10 September 2025. Foto: REUTERS/Ebrahim Hajjaj
Warga berkumpul di lokasi serangan udara Israel yang menghantan bangunan hunian di Kota Gaza, 10 September 2025. Foto: REUTERS/Ebrahim Hajjaj

Sumber yang dekat dengan perundingan mengatakan perundingan pada Selasa (7/10) ditunda dan atmosfernya lebih baik daripada perundingan pada Senin (6/10). Perundingan akan dilanjutkan pada hari ini, dan dinilai akan menjadi indikator yang menentukan kemajuan perundingan mengingat para mediator akan hadir.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani akan bergabung dalam perundingan hari ini.

"Dengan tujuan mendorong rencana gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera," kata seorang pejabat Qatar.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani  Foto: Karim Jaafar / AFP
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani Foto: Karim Jaafar / AFP

Sementara itu, Trump menyampaikan optimismenya tentang kemajuan menuju kesepakatan damai Gaza. Delegasi AS untuk perundingan di Mesir akan dipimpin oleh Utusan Khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

"Saya rasa ada kemungkinan kita dapat mencapai perdamaian di Timur Tengah," kata Trump di Washington.

Media files:
01k4qex9ey956ty4k05r21t40s.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar