Orang tua bersama anak-anak menunggu perawatan medis di Rumah Sakit Universitas La Paix yang merawat anak-anak penderita malnutrisi di Port-au-Prince, Haiti, Rabu (8/10/2025). Foto: Odelyn Joseph/AP PhotoDikutip dari AP, UNICEF menyebutkan sekitar 680.000 anak terpaksa mengungsi akibat kekerasan dan mengalami kelaparan serta perekrutan oleh kelompok bersenjata di Haiti. Foto: Odelyn Joseph/AP PhotoSekitar 6 juta warga Haiti membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk lebih dari 3,3 juta anak-anak. Foto: Odelyn Joseph/AP PhotoSelain itu, satu dari empat anak di Haiti tidak bersekolah karena lebih dari 1.080 sekolah tutup pada tahun ini dan lebih dari 1.600 lembaga pendidikan ditutup, 25 di antaranya diduduki oleh kelompok bersenjata yang berdampak pada lebih dari 243.400 siswa dan 7.548 guru. Foto: Patrice Noel/AP PhotoAdapun 84 sekolah pada tahun ini digunakan sebagai tempat penampungan sementara, hal ini mengakibatkan terganggunya pendidikan bagi hampir 500.000 anak usia sekolah. Foto: Patrice Noel/AP Photo
Orang tua bersama anak-anak menunggu perawatan medis di Rumah Sakit Universitas La Paix yang merawat anak-anak penderita malnutrisi di Port-au-Prince, Haiti, Rabu (8/10/2025).
Dikutip dari AP, UNICEF menyebutkan sekitar 680.000 anak terpaksa mengungsi akibat kekerasan, juga kelaparan dan perekrutan oleh kelompok bersenjata di Haiti.
Sekitar 6 juta warga Haiti membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk lebih dari 3,3 juta anak.
Selain itu, satu dari empat anak di Haiti tidak bersekolah karena lebih dari 1.080 sekolah tutup pada tahun ini dan lebih dari 1.600 lembaga pendidikan ditutup, 25 di antaranya diduduki oleh kelompok bersenjata yang berdampak pada lebih dari 243.400 siswa dan 7.548 guru.
Adapun 84 sekolah pada tahun ini digunakan sebagai tempat penampungan sementara, hal ini mengakibatkan terganggunya pendidikan bagi hampir 500.000 anak usia sekolah.
Seorang anak yang kekurangan gizi diperiksa oleh dokter dari apotek keliling di tempat penampungan bagi keluarga yang mengungsi akibat kekerasan geng di Port-au-Prince, Haiti, Selasa (7/10/2025). Foto: Patrice Noel/AP Photo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar