Search This Blog

Cerita Siswa Sekolah Garuda: Tak Hari Tanpa Belajar, Demi Kuliah di Luar Negeri

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cerita Siswa Sekolah Garuda: Tak Hari Tanpa Belajar, Demi Kuliah di Luar Negeri
Oct 8th 2025, 12:36 by kumparanNEWS

Dua siswa kelas 10 SMAN Unggulan MH Thamrin, Agna Radia Samodro (kanan) dan Ikrima Alya (kiri) pada Rabu (8/10/2025).  Foto: Abid Raihan/kumparan
Dua siswa kelas 10 SMAN Unggulan MH Thamrin, Agna Radia Samodro (kanan) dan Ikrima Alya (kiri) pada Rabu (8/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta kini berstatus Sekolah Garuda transformasi, yakni program sekolah unggulan dari Kemendikti Saintek untuk menciptakan pelajar yang siap berkuliah di universitas top dunia.

SMAN Unggulan MH Thamrin sebelumnya sudah dikenal sebagai sekolah unggulan yang berhasil membentuk mahasiswa-mahasiswa di universitas terbaik dunia.

Alya dan Agna, dua siswa kelas 10 sekolah ini pun membagikan kisah keseharian mereka di sekolah dengan sistem asrama ini. Menurut mereka setiap hari selalu ada kegiatan belajar.

Kegiatan mereka setiap harinya selalu dimulai sejak matahari belum terbit.

"Jadi pertama kami bangun untuk subuh itu jam 4 itu sudah bel. Jadi kami di sini biasanya ada bel jam 4 untuk subuh, Lalu setelah subuh ada bel lagi untuk makan pagi. Itu sekitar jam 5.45," jelas Agna.

"Lalu kalau sudah itu jam 6.20 kita sudah harus berada di ruang kelas karena biasanya langsung mulai belajar karena Mapelnya memang benar-benar padat dan penuh banget. Kita belajar sampai jam 3 (sore)," ucap Alya menambahkan.

Mendikti Brian Yuliarto saat melakukan pengenalan Sekolah Garuda Harapan Baru Pendidikan Unggul di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025).   Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Mendikti Brian Yuliarto saat melakukan pengenalan Sekolah Garuda Harapan Baru Pendidikan Unggul di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Menurut mereka, sistem pembelajaran di sekolahnya tidak selalu monoton di dalam kelas. Mereka juga belajar di dalam laboratorium-laboratorium.

"Dan juga di sini kami tidak akan lupa makan karena setiap sehari itu kami 3 kali sehari makannya. Jadi pertama di pagi, terus siang setelah Zuhur, Ashar juga ada belnya. Jadi kami tidak akan ketinggalan salat di sini untuk yang Islam. Dan untuk yang non-Muslim juga ada kebaktian seperti itu," jelas Alya.

Kegiatan mereka setiap harinya pun berlanjut di sore dan malam hari. Menurut mereka, malam hari adalah saatnya mereka memperdalam ilmu agama.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025).   Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

"Terus malamnya jam 17.45 kita melakukan kegiatan di masjid. Jadi untuk yang Islam itu diberikan pemahaman lebih mengenai agamanya. Jadi kita di sini bukan cuma belajar dalam akademik. Kita juga belajar secara keagamaan," jelas Alya.

"Jadi dari maghrib untuk ke isya itu kami tetap di masjid untuk mendapatkan materi lebih lanjut," ucap Agma menambahkan.

"Selain itu juga ada tes kayak ujian setelah belajar tajwid gimana. Jadi kita benar-benar diasah," ucap Alya lagi.

"Dan juga kami tidur paling lambat itu jam 10, seperti itu," ucap Alya menambahkan.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025).   Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Saat akhir pekan tiba, kegiatan belajar para siswa SMAN Unggulan MH Thamrin tak berhenti. Bahkan, ada kelas olimpiade diadakan pada hari Sabtu.

"Kami kebetulan juga, pengurus asrama. Yang kebetulan suka mengisi acara-acara di Sabtu dan Minggu. Jadi di Sabtu ini kami ada kelas olimpiade dari pagi sampai jam 12," jelas Agni.

"Ada 10 kelas, jadi dari masing-masing mapel gitu. Terus ada kelas penelitian," ucap Alya menambahkan.

Hari Minggu pun tetap mereka pakai untuk berkegiatan. Katanya, hari Minggu dimanfaatkan untuk berolahraga.

"Lalu untuk kegiatan di Minggunya itu Paginya kita ada kegiatan berolahraga. Jadi bukan cuma akademik, agama, tapi olahraga juga," ucap Alya.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025).   Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN MH Thamrin, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Usai olahraga, kata mereka, para siswa pun banyak yang memilih untuk lanjut belajar.

"Jadi untuk kegiatan hari Minggu setelah berolahraga biasanya kita ada waktu free. Nah itu bebas sih sebenarnya setiap anak. Bisa dipakai untuk belajar. Ada juga yang melakukan kegiatan keolahragaan. Misalnya main basketball di gor, terus berenang Nah itu diberikan fasilitasnya," jelas Alya.

Seluruh perjuangan itu dilakukan Alya, Agni, dan siswa-siswa lainnya demi menggapai cita-cita berkuliah di luar negeri. Agna contohnya, ia bercita-cita mengemban pendidikan tinggi di NUS.

"Kalau untuk aku, aku ingin mengambil jurusan computer science di NUS," ucap Agna.

Sementara, Alya bercita-cita suatu hari ia menjadi arkeolog. "Untuk aku sendiri cita-citanya jadi arkeologis," ucap Alya.

Media files:
01k711sx9jqzzs84dv5sz7wh9x.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar