Koordinator Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Husein, Berlayar ke Gaza. Foto: Dok. IGPC
Koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), Muhammad Husein, akhirnya berlayar ke Gaza bersama armada Global Sumud Flotilla (GSF) pada Kamis, (18/9). Husein berlayar dari Pelabuhan Gammart, Tunisia, sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Husein menaiki kapal observer bersama sejumlah steering commite GSF. Sejumlah aktivis dari Malaysia, Afrika Selatan, Inggris, dan Turki ada di kapal tersebut. Kapal observer merupakan kapal yang tugas utamanya mengawasi jalannya kapal-kapal lain, termasuk mengumpulkan berbagai bukti bila ada pelanggaran HAM di laut internasional oleh Israel.
"Teman-teman akhirnya giliran saya untuk ikut berlayar menyusul kapal-kapal lain, menyusul Mbak Wanda, menyusul ratusan aktivis kemanusiaan lain. Mohon doanya, semoga misi ini lancar, supaya kami tiba di Gaza dengan selamat," kata Husein dalam video yang diterima kumparan
Koordinator Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Husein, Berlayar ke Gaza. Foto: Dok. IGPC
Husein menjadi orang kedua dari Indonesia setelah Wanda Hamidah berangkat lebih dulu ke Gaza. Wanda sendiri berlayar dari Pelabuhan Sido Bou Said bersama delegasi Aljazair dan Tunisia pada Selasa (16/9).
Menurut Husein, misi pelayaran ke Gaza jangan hanya dipandang sebagai gerakan GSF maupun tentang perwakilan Indonesia. Pelayaran ini, kata Husein, eksposurnya harus pada alasan kapal-kapal itu berlayar, yaitu Gaza yang saat ini mengalami genosida.
"Ini bukan satu-satunya gerakan yang bisa dilakukan untuk memecahkan Blokade Gaza, pelayaran ini harus ada di rumah-rumah kita, pelayaran ini harus ada di kampung-kampung kita, kota-kota kita, di masjid-masjid kita, perlayaran menuju Gaza bukan hanya pelayaran kapal, tetapi kita melihat adanya harapan dan berjuang mencapai harapan itu," pungkasnya.
Koordinator Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Husein, Berlayar ke Gaza. Foto: Dok. IGPC
Keberangkatan Husein ke Jalur Gaza dilepas oleh sejumlah relawan Indonesia yang masih bertahan di Tunisia. Sebelum naik kapal, Husein mengajak para relawan untuk berdoa bersama demi keselamatan dan kelancaran misi GSF.
Husein sendiri berada di Tunisia sejak 31 Agustus 2025 lalu. Sedianya, ada sekitar 30 orang Indonesia yang akan berlayar ke Gaza pada 4 September 2025. Namun, keberangkatan kapal terus diundur karena berbagai macam kendala teknis maupun masalah cuaca.
Para relawan Indonesia secara fisik dan mental sudah siap berlayar dalam misi yang penuh risiko. Mereka juga sudah mendapat pelatihan intensif di Tunisia. Namun, mereka tidak jadi berangkat dan pulang ke Tanah Air karena keterbatasan kursi.
Indonesia sebetulnya sudah membeli lima kapal hasil patungan dari berbagai lembaga zakat. Namun, kapal-kapal itu akhirnya diserahkan ke sejumlah relawan internasional lain. Dengan keberangkatan Husein, kini ada dua orang Indonesia yang resmi berlayar ke Gaza bersama GSF.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar