Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dalam sepekan terakhir meluas di sejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel). Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari pengendara harian, ojek, hingga pelaku usaha kecil.
Di Kabupaten OKU Timur, kelangkaan Pertamax menjadi sorotan warga karena stok di Pertashop sering kosong. Sumirah, warga yang hendak menuju pasar, mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar.
"Alang susah nyo, Pak. Tiap kali ke Pertashop pasti sudah habis. Kami harap pemerintah segera turun tangan," keluhnya, Jumat (19/9/2025).
Keluhan juga datang dari pengelola Pertashop. Mereka menyebut pasokan dari Pertamina kerap terlambat hingga hampir sepekan. "Kalau ada kiriman, hanya bertahan 3–5 jam saja langsung habis. Tapi sejak awal September belum masuk lagi," ungkap salah seorang pengelola.
Tampak antrian panjang warga di salah satu SPBU Muara Enim, Senin (15/9/2025). (Dok. Istimewa/Warga)
Situasi tak jauh berbeda terjadi di Muara Enim. Antrean panjang terlihat di SPBU Gerigis, Tanjung Enim, sejak Senin (15/9/2025). Jalanan sekitar SPBU sempat macet karena warga antre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
"Saya antre dari subuh. Kalau tidak dapat, tidak bisa narik ojek, otomatis tidak ada pemasukan. Ironis, di daerah energi seperti Muara Enim malah sulit BBM," ujar Leman (40), tukang ojek asal Talang Jawa.
Syakir (31), pemilik bengkel, bahkan terpaksa meninggalkan kendaraannya di pasar akibat kehabisan bahan bakar.
"Sudah keliling, tetap kosong semua. Pekerjaan jadi kacau," katanya.
Suasana Pertashop di Jalan Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I, sudah tutup sejak Kamis (18/9/2025) karena stok tak kunjung dikirim. Warga pun beralih membeli eceran. Sabtu (21/9/2025). Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
Di Palembang, situasi juga mulai terasa. Dari pantuan Urban Id Pertashop di Jalan Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I, sudah tutup sejak Kamis (18/9/2025) karena stok tak kunjung dikirim. Warga pun beralih membeli eceran.
"Sudah tiga hari tidak buka, jadi saya terpaksa beli bensin eceran," kata Reiza, seorang pengendara, Sabtu (20/9/2025).
Di tengah kelangkaan, harga eceran melonjak tajam. Pertamax Turbo dijual hingga Rp20–25 ribu per liter. Meski mahal, warga tetap membeli karena tak ingin antre berjam-jam di SPBU.
Hampir seluruh Pertashop di Muara Enim dilaporkan kosong, sementara hanya dua SPBU yang masih beroperasi. Warga mendesak Pertamina dan pemerintah daerah segera mencari solusi agar krisis BBM tidak semakin meluas ke wilayah lain.
Sementara itu, tim Urban Id mencoba mengkonfirmasi Pertamina Patra Niaga Sumbagsel namun belum ada jawaban resmi hingga berita ini ditayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar