Ilustrasi traveler bahagia yang traveling dengan smartphone. Foto: Tom Wang/Shutterstock
Cap paspor tidak hanya menjadi bukti bahwa kamu telah diizinkan memasuki negara yang dikunjungi. Bagi sebagian traveler, cap paspor juga bisa menjadi kenang-kenangan saat traveling ke suatu tempat.
Meski demikian, traveler tampaknya tidak bisa lagi menjadikan cap paspor sebagai kenang-kenangan. Sebab, mulai 12 Oktober 2025, 29 negara-negara Eropa akan mulai menghapus penggunaan stempel paspor.
Ilustrasi paspor Uni Eropa. Foto: Shutter Stock
Dilansir New York Post, hal itu dilakukan seiring diberlakukannya sistem baru Entry/Exit System (EES) yang berbasis digital. Ditargetkan berlaku pada 10 April 2026, bagi wisatawan non-Uni Eropa, termasuk wisatawan asal Indonesia, proses masuk ke kawasan Schengen ini akan dilakukan dengan cara pemindaian biometrik berupa scan wajah dan sidik jari.
Data tersebut akan otomatis tersimpan dalam sistem imigrasi, menggantikan cap tinta yang selama ini jadi kenang-kenangan di perjalanan.
Dari Fisik ke Digital
Ilustrasi Cap Paspor. Foto: Shutter Stock
Selama puluhan tahun, stempel paspor tak hanya berfungsi sebagai tanda resmi keluar masuk negara, tetapi juga dianggap sebagai suvenir perjalanan. Namun, tren global kini bergerak ke arah efisiensi dan keamanan.
"Dunia sedang meninggalkan stempel paspor fisik dan beralih ke sistem digital demi keamanan, efisiensi, dan standarisasi data," jelas Gabe Saglie, Senior Editor Travelzoo.
Meski lebih praktis, perubahan ini menimbulkan rasa kehilangan bagi traveler yang hobi mengoleksi cap paspor. Katy Nastro, travel expert dari Going, menilai hilangnya cap paspor bisa berdampak emosional bagi sebagian traveler.
"Bagi banyak orang, cap paspor adalah tradisi berharga. Menghapus catatan fisik itu bisa memberi efek emosional," ujar Katy.
Kebijakan ini akan diterapkan di seluruh negara Schengen yang berjumlah 29, termasuk destinasi populer seperti Prancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda, Swiss, Austria, dan Yunani.
Sebelumnya, sejumlah negara seperti Inggris, Singapura, Hong Kong, Argentina, dan Australia telah lebih dulu meninggalkan stempel paspor, sementara Amerika Serikat memperluas program biometrik melalui Global Entry dan TSA PreCheck.
Apa Artinya Bagi Traveler?
Ilustrasi Gen Z traveling di Eropa Foto: Dok. Booking.com
Dengan penghapusan cap paspor ini, traveler tentu akan mendapatkan banyak kemudahan. Contohnya adalah proses imigrasi yang lebih cepat, sehingga antrean bisa dipangkas berkat gerbang otomatis di bandara.
Tak hanya itu, penggunaan data biometrik juga bisa mengurangi tindakan kejahatan pemalsuan paspor. Meski demikian, kamu juga tidak perlu sedih, karena ada beberapa bandara yang masih menyediakan stempel dalam bentuk suvenir khusus.
Dalam 10 tahun mendatang, para ahli memprediksi mayoritas negara besar akan beralih ke sistem digital penuh, menjadikan cap paspor sekadar benda nostalgia, layaknya boarding pass kertas atau kartu pos tulisan tangan.
Berikut daftar negara yang bakal hapus stempel pada paspor per Oktober 2025:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar