Derk (laki-laki, 50 tahun), wisatawan asal Afrika Selatan tampak menikmati momen mendorong istrinya yang duduk santai di matras angin di tengah banjir di Jalan Dewi Saraswati III, Kelurahan Seminyak, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (10/9/2025) Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan bahwa bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas pariwisata di Pulau Dewata. Hotel, restoran, serta destinasi wisata tetap beroperasi seperti biasa dan aman dikunjungi wisatawan.
"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota, industri pariwisata relatif tidak terlalu banyak terdampak akibat musibah banjir ini. Kondisi masih aman dan terkendali," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, Jumat (12/9) seperti dikutip dari Antara.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto dalam acara Jumpa Pers Bulanan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta pada Jumat (7/2/2025). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Hariyanto menjelaskan, banjir sempat menimbulkan kemacetan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Namun, operasional penerbangan tetap normal tanpa penundaan maupun pembatalan.
"Hanya terjadi keterlambatan penumpang menuju bandara, tapi bandara aman untuk penerbangan," ujarnya.
Wisatawan Tetap Datang
Meski ada potensi penurunan kunjungan, Kemenpar menilai minat wisatawan untuk berlibur ke Bali masih tinggi. Hingga kini, belum terlihat adanya pembatalan massal perjalanan wisata.
Namun, pihak kementerian tetap mengingatkan pentingnya langkah mitigasi, terutama dalam penataan drainase dan tata kelola lingkungan di kawasan wisata, agar risiko bencana serupa bisa dikurangi di masa depan.
Ilustrasi lilburan keluarga di Bali. Foto: Shutterstock
Sebagai bentuk dukungan, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dijadwalkan akan berkunjung langsung ke Bali pada Sabtu (13/9) untuk meninjau kondisi lapangan bersama Gubernur Bali dan pemerintah daerah. Kunjungan ini sekaligus menjadi upaya kolaborasi dalam percepatan pemulihan pariwisata pascabanjir.
"Kemenpar akan mengambil peran penting dalam menginformasikan situasi faktual di lapangan dan memastikan Bali tetap aman dan nyaman bagi wisatawan," tambah Hariyanto.
Ilustrasi wisatawan di Bali. Foto: Dok. Kemenparekraf
Kemenpar juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Bali, BPBD, dan aparat terkait dalam melakukan evakuasi warga maupun wisatawan, serta penetapan status tanggap darurat bencana banjir di beberapa titik.
BMKG menyebut banjir disebabkan hujan deras berkepanjangan akibat gangguan gelombang ekuatorial Rossby sejak Selasa (9/9). Hingga Jumat pagi, BPBD mencatat 18 korban jiwa serta 2 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar