Search This Blog

Harga Minyak Dunia Turun Usai Rencana OPEC+ Tingkatkan Produksi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Harga Minyak Dunia Turun Usai Rencana OPEC+ Tingkatkan Produksi
Sep 30th 2025, 08:02 by kumparanBISNIS

Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock

Harga minyak ditutup turun 3 persen pada Senin (29/9) seiring rencana OPEC+ untuk kembali meningkatkan produksi pada November. Selain itu, penurunan juga disebabkan oleh dimulainya kembali ekspor minyak dari wilayah Kurdistan, Irak, melalui Turki, yang memperluas prospek pasokan global.

Diktip dari Reuters, kontrak berjangka Brent turun USD 2,16 atau 3,1 persen menjadi USD 67,97 per barel pada pukul 11.33 waktu setempat, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 31 Juli pada Jumat (26/9). Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS merosot USD 2,27 atau 3,45 persen ke USD 63,45 per barel.

OPEC+, yang terdiri atas Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, akan menggelar pertemuan pada Minggu dan diperkirakan akan mengonfirmasi peningkatan produksi sedikitnya 137.000 barel per hari (bph) pada November demi memperluas pangsa pasar, menurut tiga sumber.

Saat ini, OPEC+ memompa hampir 500.000 bph lebih rendah dari targetnya. "Dengan OPEC+ yang kini berfokus pada pangsa pasar, fundamental terlihat lebih lemah dan kekhawatiran kelebihan pasokan semakin dominan," kata Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti.

Untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun, aliran minyak mentah dari wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak menuju Turki kembali berjalan pada Sabtu (27/9), menurut Kementerian Minyak Irak.

Dua sumber industri mengatakan, aliran minyak dari Kurdistan ke pelabuhan Ceyhan, Turki, mencapai 150.000 hingga 160.000 bph. Ekspor ini pada akhirnya diperkirakan bisa membawa hingga 230.000 bph kembali ke pasar internasional.

Pekan lalu, harga kedua acuan minyak mentah sempat naik lebih dari 4 persen setelah serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia mengganggu ekspor bahan bakar negara tersebut.

"Ukraina jelas mencium peluang di sini. Jika ada, Ukraina kemungkinan akan menggandakan serangan strategisnya terhadap kilang-kilang Rusia," kata analis SEB.

Sementara itu, Rusia melancarkan serangan ke Kyiv dan sejumlah wilayah lain di Ukraina pada Minggu (28/9) pagi, salah satu serangan paling gencar terhadap ibu kota sejak invasi dimulai pada 2022.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Senin (29/9) menyatakan sudah saatnya kelompok militan Palestina Hamas menerima proposal perdamaian 20 poin yang telah disepakati dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait masa depan Gaza.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar