Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu. Foto: BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengusulkan agar skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi diperluas agar tidak hanya berlaku untuk pembelian rumah dari pengembang, tetapi menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin membangun atau merenovasi rumahnya sendiri.
Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu mengatakan, perluasan manfaat KPR subsidi untuk memenuhi kebutuhan hunian yang terus meningkat, terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Menurutnya, banyak rumah di desa yang sudah berdiri, namun tidak layak huni, dan perbaikan membutuhkan dukungan pembiayaan.
"Orang yang ingin membangun sendiri, atau merenovasi rumahnya, seharusnya juga bisa dapat KPR subsidi. Sama seperti mereka yang beli rumah dari developer. Mereka juga WNI, MBR, dan eligible. Jadi perlu diperluas agar lebih inklusif," ujar Nixon saat media gathering di Bandung, Jumat (20/9).
BTN menekankan usulan ini sebagai bentuk inovasi dalam penyediaan hunian. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tak lagi harus terpaku pada rumah developer, tapi bisa memperbaiki rumah orang tua atau membangun rumah sesuai kebutuhan keluarga.
Foto udara rumah subsidi yang telah selesai dibangun di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Putra M. Akbar/Antara Foto
"Karena di Indonesia, banyak orang tua maunya tinggal dengan anak bungsunya, ada dua keluarga dalam satu rumah. Perluas opsi KPR subsidi lewat bangun sendiri dan renovasi, termasuk yang di desa, banyak yang tidak layak huni. Itu kita surati, karena negara mesti hadir buat mereka," jelasnya.
Pemerintah menaikkan target kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini menjadi 350.000 unit. Dari jumlah tersebut, BTN mendapatkan alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik dari kuota sebelumnya yang hanya 158.301 unit. Dengan penambahan tersebut, BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit menjadi 7-9 persen hingga akhir tahun ini.
Sebelum adanya penyesuaian kuota, alokasi nasional FLPP 2025 adalah 220.000 unit, dengan BTN mendapat porsi 158.301 unit (122.834 unit konvensional dan 35.467 unit syariah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar