Sep 30th 2025, 10:10 by BASRA (Berita Anak Surabaya)
Kediaman mendiang Baim di kawasan Kalianyar Kulon Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
Maulana Alfan Ibrahim (15 tahun) menjadi korban tewas pada musibah ambruknya musala pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Malangnya, santri asal Kalianyar Kulon, Surabaya, itu baru 3 bulan mondok.
"Dia baru lulus SD bukan Juli kemarin, terus berangkat mondok," ujar Sukron, salah satu tetangga korban, saat ditemui Basra di rumah duka, Selasa (30/9).
Sukron menuturkan jenazah santri yang kerap disapa Baim itu telah dikebumikan di kampung halamannya di Bangkalan, Madura, pada Senin (29/9) malam.
"Langsung dibawa ke Bangkalan dan dimakamkan di sana," imbuh Sukron.
Di mata Sukron, Baim adalah anak yang pendiam. Meski dikenal pendiam, bungsu dari dua bersaudara itu cukup murah senyum saat berpapasan dengan tetangga.
"Anaknya baik, nggak neko-neko, penurut. Kalau papasan sama saya selalu nyapa," tutur Sukron.
Pria berambut cepak itu tak menyangka perjumpaannya pada pertengahan September lalu menjadi yang terakhir kalinya dengan Baim.
"Pertengahan September lalu ketemu Baim, dia kan pulang karena pondoknya libur. Ya itu yang terakhir ketemu Baim," kenang Sukron.
Sebelumnya, bangunan musala di Asrama Putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9) sore. Puluhan santri menjadi korban ambruknya bangunan yang masih dalam tahap renovasi itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar