Kendaraan berotator melintas di ruas Tol Dalam Kota, Jumat (19/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Gerakan stop tot tot wuk wuk ramai dibicarakan warga. Ini merujuk pada kendaraan yang menggunakan rotator dan sirine tak semestinya di jalan raya.
Warga resah karena pemilik kendaraan ini memaksa "meminta jalur" dengan bunyi sirine yang keras dan terus menerus.
kumparan melihat langsung kendaraan itu masih melenggang santai di jalanan Jakarta. Ini terlihat salah satunya di Jalan MT Haryono, Jakarta.
Kendaraan berotator melintas di ruas Tol Dalam Kota, Jumat (19/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Pada Jumat (19/9) sekitar pukul 07.00-08.00 WIB, ada 35 kendaraan berotator yang melintas. Pemantauan dilakukan di Jalan MT Haryono dan ruas Tol Dalam Kota depan Kantor BNN, Cawang, Jakarta.
Kendaraan berotator yang melintas cukup beragam. Mulai dari mobil pejabat, polisi, TNI, ambulans, hingga petugas jalan tol.
Pagi ini, kondisi di kedua jalan tersebut tengah macet, khususnya yang mengarah ke Pancoran. Beberapa kendaraan berotator itu kadang membunyikan sirinenya untuk meminta jalan.
"Tot-tot, tot-tot. Wuk-wuk," begitu bunyi sirinenya bila ditirukan.
Beberapa kendaraan yang terlihat sempat meminta jalan itu misalnya rombongan TNI yang melintas di Tol Dalam Kota. Dalam rombongan itu terlihat ada 2 bus dan 1 truk TNI.
Bus paling depan nampak berpindah lajur dari kanan -- yang antreannya cukup padat, untuk berpindah ke lajur kiri. Saat itu sirinenya dibunyikan.
Ada lagi sebuah mobil pelat sipil dengan yang melaju di bahu jalan. Mobil itu lalu membunyikan sirinenya, terpaksa kendaraan di depannya pun agak menepi ke kanan untuk memberi jalan.
Kendaraan berotator melintas di Jalan MT Haryono, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Kata Warga
Salah seorang sopir pengemudi ojek online, Dani, mengaku kesal dengan mobil-mobil pejabat yang memaksa meminta jalan dengan sirine dan rotatornya.
"Ya kalau menurut saya sih ya emang kadang kesel sih. Sudah tahu jalanan macet masih minta-minta jalan," ujar Dani saat ditemui.
Dia mengaku lebih memilih mengalah jika bertemu kendaraan semacam itu.
"Kalau saya ngalah aja," ucapnya.
Dani berharap ke depan jika ada kendaraan berotator yang hendak meminta jalan agar dilakukan dengan lebih sopan.
"Mungkin bisa lebih sopan aja kali ya," tutur Dani.
Senada dengan Dani, ojek online lainnya, Yono, mengaku tak setuju dengan penggunaan sirine dan rotator di jalanan yang macet.
"Kalau lagi lancar sih nggak mengganggu, cuma kalau lagi kemacetan panjang terus orang lain suruh minggir, suruh ngasih jalan, ya mengganggu," jelas Yono.
Kendaraan berotator melintas di ruas Tol Dalam Kota, Jumat (19/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dia pun juga meminta agar pengguna kendaraan berotator itu lebih sopan dalam meminta jalan. Selain itu, menurutnya, kendaraan berotator hanya boleh digunakan oleh pejabat tinggi saja.
"Kalau bisa yang kelas tertentu, jangan yang (pejabat) kelas bawah selalu dikawal," kata Yono.
Sementara itu, pengguna jalan lainnya, Akbar, mengaku agak terganggu dengan kehadiran kendaraan berotator di jalan raya. Mendengar suaranya bahkan membuatnya pusing.
"Ya kalau menurut saya tat-tot gitu agak mengganggu ya. Apalagi kalau jalanan lagi macet, denger tat-tot, tat-tot pusing juga kadang," ucap Akbar.
Terkadang berat baginya untuk memberikan jalan bagi mereka yang sibuk membunyikan sirine. Namun pada akhirnya mau tidak mau harus mengalah.
"Mungkin emang buru-buru atau apa mereka, tapi kan susah ya buat positif thinking. Maksudnya yang buru-buru kan bukan mereka juga, kita juga mungkin buru-buru tapi tetep ikut macet-macetan," ungkap Akbar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar