Moms, pernahkah saat mengangkat bayi dari posisi berbaring, kepala si kecil tampak tertinggal ke belakang? Nah, kondisi ini disebut head lag. Head lag terjadi ketika kepala bayi belum mampu mengikuti gerakan tubuhnya, saat ditarik atau diangkat.
Pada bayi baru lahir, ini adalah hal yang normal, karena otot leher dan punggungnya masih lemah. Biasanya, head lag akan menghilang di usia 3–4 bulan, ketika kontrol kepala dan leher mulai berkembang.
Menurut National Library of Medicine, perkembangan motorik kasar bayi berjalan dari atas ke bawah (sefalokaudal). Artinya, kemampuan mengontrol kepala akan muncul sebelum ia mampu duduk atau berjalan. Selama fase awal ini, Anda perlu menopang kepala bayi setiap kali menggendong atau memindahkannya.
Namun, jika head lag bertahan hingga usia tertentu, ini bisa menjadi tanda adanya masalah perkembangan yang perlu diwaspadai.
Kapan Harus Waspada saat Bayi Mengalami Head Lag?
Moms, setiap bayi berkembang dengan kecepatannya sendiri. Tapi ada batas aman yang perlu kita perhatikan:
Usia 4 bulan: Head lag seharusnya mulai menghilang. Jika masih ada, ini bisa menjadi tanda keterlambatan perkembangan.
Usia 6 bulan: Wajib konsultasi ke dokter anak, karena bisa mengindikasikan kondisi serius seperti cerebral palsy atau gangguan neuromuskular.
Adapun beberapa kondisi yang mungkin terkait dengan head lag yang berkepanjangan:
Hipotonia: Lemahnya otot tubuh.
Keterlambatan perkembangan: Motorik bayi tidak sesuai usianya.
Kelainan neurologis: Gangguan sistem saraf yang mempengaruhi gerakan dan koordinasi.
Tips Menghindari dan Mengatasi Head Lag
bayi sedang tummy time Foto: Shutterstock
Menurut Profesor Neurologi, Courtney Wusthoff, MD, FAAP, untuk membantu si kecil memperkuat otot leher dan punggungnya, Anda bisa memberikan stimulasi sederhana namun efektif di rumah:
Tummy Time
Memberikan tummy time secara teratur adalah cara yang bagus untuk membantunya membangun kekuatan di leher dan badannya. Beberapa bayi akan menangis ketika tengkurap, tetapi biasanya membaik setelah beberapa kali mencoba.
Ganti Posisi secara Teratur
Saat menyusui, menggendong, atau tidur, ubah posisi bayi agar tidak terlalu lama menghadap ke satu sisi.
Stimulasi Interaktif
Sering ajak bayi bercakap-cakap, tersenyum, dan bermain. Interaksi ini membantu perkembangan sensorik dan motoriknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar