AHY Targetkan Tol Semarang Demak Kaligawe Sayung Selesai Tahun 2027. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung telah mencapai 44,26 persen. Nantinya tol tersebut juga akan terintegrasi dengan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW).
Saat ini, panjang dari Seksi 1 Kaligawe-Sayung yang tersebut adalah 10,64 km. Seksi ini dibangun di atas laut untuk menanggulangi banjir rob yang biasa terjadi di Semarang dan sekitarnya serta kawasan industri Terboyo.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan, keberadaan tol yang terintegrasi dengan GSW ini bisa menjadi solusi permanen untuk banjir rob di Semarang utamanya bagi jalur Pantura Semarang ke Demak.
"Jalan tol ini mengurangi beban lalu lintas di Jalan Pantura Jawa yang sudah sangat padat dan sering mengalami kemacetan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6).
Pembangunan Tol Semarang-Demak di bagi ke dalam 3 paket pekerjaan. Pertama adalah Paket 1A yang digarap Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan progres fisik 65,92 persen.
Selanjutnya, Paket 1B yang dikerjakan Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) dengan progres 42,97 persen. Terakhir ada Paket 1C yang digarap oleh Adhi Karya dan Sinohydro dengan progres 22,77 persen.
Nantinya Tol Semarang-Demak akan memiliki total panjang 26,95 km yang dibangun dalam 2 seksi yakni Seksi 1 Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 km dan Seksi 2 ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 km. Berbeda dengan Seksi 1 Kaligawe-Sayung, nantinya Seksi 2 ruas Sayung-Demak berada di atas tanah.
Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi Kaligawe-Sayung. Foto: Humas Kementerian PU
Untuk mengantisipasi rob, Kementerian PU juga membangun sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1. Untuk proyek tersebut, infrastruktur Sumber Daya Air yang dikerjakan meliputi pembangunan 6 unit rumah pompa dengan total kapasitas 81 m3/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km.
"Kehadiran infrastruktur ini diharapkan akan memberikan manfaat untuk mereduksi banjir seluas 4.429 hektare meliputi 3 kecamatan yakni Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Gayamsari, dan Kecamatan Gemuk dengan total masyarakat terlindungi sebanyak 254.546 jiwa atau setara 119.781 KK," kata Dody.
Kementerian PU juga menggarap 2 kolam retensi yang berada di Tol Semarang-Demak Seksi 1 C yang dilengkapi dengan rumah pompa air.
Pertama adalah Kolam Retensi Terboyo yang memiliki luas 189 hektare dengan panjang tanggul 6,55 km serta 6 unit pompa air axial vertical kapasitas 5 m3/detik dan 2 unit pompa submersible kapasitas 500 liter/detik.
Kolam selanjutnya adalah Kolam Retensi Sriwulan yang memiliki luas 28 hektare dengan panjang tanggul 2,10 km dilengkapi 4 unit axial vertical berkapasitas 5 m3/detik dan 2 unit submersible berkapasitas 500 liter/detik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar