Konpers Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri LH Hanif Faisol, dan Seskab Teddy Indra Wijaya soal tambang nikel Raja Ampat di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/6) Foto: Luthfi Humam/kumparan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi diminta tanggapan terkait isu reshuffle kabinet Merah Putih yang belakangan mencuat. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan mengganti beberapa menterinya.
Prasetyo menepis akan ada reshuffle dalam waktu dekat. Ia menyebut, belum ada rencana reshuffle.
"Reshuffle sebagaimana yang sudah pernah saya sampaikan. Bahwa sampai hari ini belum ada, belum ada rencana," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (10/6).
Prasetyo menjelaskan, meski belum ada rencana reshuffle kabinet, Prabowo terus melakukan evaluasi kinerja para pembantunya.
"Tapi lebih maknanya semua dilakukan evaluasi terus-menerus terhadap kinerja seluruh kementerian maupun lembaga," katanya.
Presiden Prabowo pimpin Ratas Percepatan Hilirisasi. Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Politikus Gerindra ini menekankan, seluruh menteri di kabinet Merah Putih diminta fokus menyelesaikan berbagai permasalahan. Salah satu masalah krusial yang belakangan jadi sorotan adalah polemik tambang nikel di Raja Ampat.
"Tadi kan saudara juga perhatikan ya ada beberapa masalah di Kementerian. Lintas Kementerian, Kementerian ESDM, kehutanan, Lingkungan Hidup. Itu juga nyangkut di Pariwisata," kata Prasetyo.
"Masih banyak masalah PR yang harus kita selesaikan. Jadi kita lebih fokus ke menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi bersama-sama. Daripada sekadar membahas reshuffle, reshuffle," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar