Search This Blog

Kasus Mutilasi di Sumbar: Kerangka Diduga Cika dan Adek Tak Lengkap

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kasus Mutilasi di Sumbar: Kerangka Diduga Cika dan Adek Tak Lengkap
Jun 22nd 2025, 12:16 by kumparanNEWS

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda. Foto: kumparan
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda. Foto: kumparan

Kerangka tulang diduga Siska Oktavia Rusdi alias Cika (24 tahun) dan Adek Agustina (23) yang dikubur di dalam sumur tua di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) ternyata tidak lengkap.

Kedua mahasiswi yang hilang sejak Januari 2024 ini merupakan korban pembunuhan dari Satria Juhanda alias Wanda (25).

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol dr. Harry Andromeda, mengatakan kerangka-kerangka yang dievakuasi dari sumur telah disusun tim forensik. Dipastikan dua kerangka manusia.

"Kerangkanya hampir lengkap, tapi tidak terlalu utuh, tidak lengkap. Mungkin tidak ditemukan saat penggalian, mungkin sudah tersebar," ujar Harry saat ditemui di kegiatan Car free Day, Minggu (22/6).

Lokasi sumur tempat 2 korban lain yang dibunuh dan dimutilasi Wanda di  Korong Lakuak, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman   Foto: kumparan
Lokasi sumur tempat 2 korban lain yang dibunuh dan dimutilasi Wanda di Korong Lakuak, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman Foto: kumparan

Harry tidak bisa memastikan apakah dua kerangka ini juga tewas dalam kondisi tubuh terpotong-potong. Tim forensik hanya menerima kerangka tulang yang sudah terpisah-pisah.

"Saya tidak tahu (apakah dimutilasi juga), karena kami menerima hanya kerangka tulang yang sudah berantakan. Kami di rumah sakit, sesuai keilmuan kami, sudah kami susun sesuai bentuk tulangnya,itu ada 2 (kerangka manusia). Tapi tidak lengkap," ucapnya.

Sampel DNA Dikirim ke Mabes Polri

Selain Cika dan Adek, terdapat satu korban lain yakni Septia Adinda (25).

Wanda membunuh Septia Adinda dengan cara dimutilasi, potongan tubuhnya dipotong 10 bagian, kini baru enam bagian yang ditemukan.

Bagian-bagian potongan tubuh Septia ditemukan di aliran sungai di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Harry menyebutkan, sampel DNA dari tiga korban pembunuhan dan mutilasi ini telah diambil dan dikirim ke Mabes Polri.

"Sampel DNA sudah dikirim ke laboratorium Mabes Polri. Kemarin sore sudah berangkat. Dari pihak diduga keluarga juga sudah kami ambil sebagai sampel pembanding," kata dia.

"Ini karena sudah tulang dan sudah dikubur lama, ada proses pengeringan, hasil laboratorium DNA bisa 5-7 hari baru keluar," sambung Harry.

Media files:
01jyavzfbc2r180mjq8f8p8wg6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar