Search This Blog

Ayam Goreng Widuran Solo Buka Lagi, Ada Tulisan 'Nonhalal' di Spanduknya

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ayam Goreng Widuran Solo Buka Lagi, Ada Tulisan 'Nonhalal' di Spanduknya
Jun 20th 2025, 10:42 by kumparanNEWS

Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Rumah makan Ayam Goreng Widuran Solo kembali buka, Jumat (20/6). Ada tulisan "nonhalal" di spanduknya, dengan ukuran teks lebih besar dari versi spanduk lama.

Restoran ini sebelumnya ditutup Wali Kota Solo Respati Ardi setelah viral pencantuman tulisan "halal" padahal produknya nonhalal—pembuatan kremesnya pakai minyak babi.

Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Pantauan kumparan, restoran yang beralamat di Jalan Sultan Syahrir Nomor 71, Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, itu mulai buka pukul 07.00 WIB.

Tak lama setelah buka, sejumlah pembeli datang untuk makan di tempat. Ada juga pembeli yang datang lalu memesan makanan bungkusan untuk dibawa pulang.

Pelanggan Sudah Menanti

Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Astrika, warga Kecamatan Jebres, mengaku sudah lama menunggu rumah makan tersebut buka. Ia mampir saat iseng melintasinya.

"Langganan selama 5 tahun lebih, meski tidak sering-sering banget," ujar Astrika, Jumat (20/6).

Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Dia mengaku Ayam Goreng Widuran memang enak. Ia membeli 2 ekor ayam kremes.

"Biasanya beli buat makan keluarga atau belikan keluarga luar kota yang datang ke Solo," kata Astrika.

Ia tak mempermasalahkan isu halal-nonhalal itu lantaran memang nonmuslim.

Pemilik Ayam Widuran: Kami Sudah Lakukan Perbaikan

Perwakilan pemilik Ayam Goreng Widuran Solo, Victor, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Perwakilan pemilik Ayam Goreng Widuran Solo, Victor, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Perwakilan pemilik Ayam Goreng Widuran, Victor, menjelaskan bahwa pembukaan kembali restorannya adalah atas perintah wali kota.

"Kami sudah melakukan perbaikan sesuai arahan pemkot, dengan melabeli nonhalal kemasan, etalase, dan MMT (metro media technologies—spanduk) depan. Kami penuhi semua tidak ada kesalahpahaman lagi," katanya.

Produk Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Produk Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Dia berharap usahanya berjalan lancar lagi dan meminta doa restu masyarakat.

Disinggung soal adanya klaim halal di spanduk, dia menegaskan tidak pernah mengklaim seperti begitu.

"Tidak pernah kami klaim (halal). Kami sudah jelaskan ke seluruh staf bekerja di sini untuk menjelaskan kepada yang muslim agar tak makan," kata Victor.

Victor juga merespons aduan ke Polresta Surakarta terkait kasus penipuan label halal tersebut.

"Itu (aduan polisi) mohon maaf kami belum bisa mengutarakan. Tidak ada kuasa hukum. Kami berjalan sesuai arahan dari Pak Wali Kota, pemerintah kota, kami ikuti semua, kami jalani semuanya," kata dia.

Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan
Suasana restoran Ayam Goreng Widuran Solo, Jumat (20/6/2025). Foto: kumparan

Dia menegaskan, restorannya sejak buka tahun 1973 tidak pernah mendaftarkan halal, dan pihaknya tidak pernah mengklaim produk halal.

"Selama kami buka tidak mendaftarkan halal, tidak pernah. Kami tidak pernah mengklaim produk ini halal," ujar Victor.

Media files:
01jy5mqyswkd05wmcgjkrwc2bv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar