Suasana Manggala Agni saat memadamkan lahan terbakar di Kutaraya, Kayu Agung, OKI, Foto : Manggala Agni
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia mencapai angka fantastis, yaitu Rp18 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kasus karhutla yang telah mendapatkan putusan hukum tetap selama beberapa tahun terakhir.
"Kerugian sebesar Rp18 triliun ini adalah kerugian lingkungan hidup akibat karhutla di seluruh Indonesia. Untuk Sumsel, saya belum mendapatkan data spesifiknya," ujar Hanif dalam acara Konsolidasi Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Pengendalian Karhutla di Sumsel, Sabtu (24/5/2025).
Menteri LH menegaskan penanganan karhutla tidak boleh dianggap sepele. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan pemegang konsesi, untuk mengambil langkah nyata dalam mencegah terjadinya karhutla.
"Karhutla ini bukan masalah kecil. Saya minta gubernur dan pihak terkait memberikan sanksi kepada perusahaan yang lalai memenuhi kewajiban pencegahan, seperti kelengkapan peralatan, kesiapan personel, dan alokasi pendanaan," tegasnya.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan Konsolidasi Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Pengendalian Kebakaran Lahan di Sumsel 2025. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
Tak hanya itu, Kementerian LH telah mengirim surat resmi kepada perusahaan-perusahaan pemegang konsesi, termasuk yang beroperasi di Sumsel. Surat tersebut berisi instruksi agar laporan kesiapan pencegahan karhutla disampaikan dalam waktu dua pekan. Selain itu, perusahaan diberikan tenggat waktu tiga bulan untuk menyelesaikan perbaikan fasilitas dan prosedur pencegahan.
Hanif memastikan bahwa perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla akan menghadapi sanksi tegas sesuai undang-undang.
"UU sudah mengatur dengan jelas. Pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana hingga satu tahun penjara. Kita tidak bisa hanya berharap pada datangnya hujan, semua pihak harus proaktif untuk mencegah kebakaran," tambahnya.
Hanif mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam melindungi lingkungan dari dampak karhutla. Menurutnya, pencegahan yang serius tidak hanya melindungi lingkungan tetapi juga mencegah kerugian negara yang sangat besar.
"Dampak karhutla ini tidak hanya dirasakan oleh alam tetapi juga oleh masyarakat. Kerugian Rp18 triliun bukan angka kecil, dan kita harus pastikan tidak ada lagi kerugian seperti ini di masa depan," pungkas Hanif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar