Seorang wanita Palestina yang terluka ditempatkan di atas tandu, setelah Rumah Sakit Eropa rusak sebagian akibat serangan udara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 13 Mei 2025. Foto: REUTERS/Stringer
Kondisi kemanusiaan di Gaza disorot tajam oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, Jumat (16/5). Dia menyebut krisis kemanusiaan yang terjadi di sana tak dapat diterima.
Macron berencana berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas situasi di Gaza.
"Situasi kemanusiaan di Gaza tidak dapat ditolerir," kata Macron kepada wartawan usai menghadiri pertemuan para pemimpin Eropa di Albania, seperti dikutip dari AFP.
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sabtu (7/5/2022). Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS
"Kita mencapai tingkat yang belum pernah kita lihat sebelumnya, dalam hal dampak kemanusiaan, sejak awal ini," kata Macron.
Macron menambahkan prioritas utama adalah mencapai gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Pertempuran dua belah pihak berlangsung nyaris 2 tahun dan menewaskan puluhan ribu jiwa.
Selain itu, Macron menekankan perihal dibukanya kembali akses kemanusiaan di Gaza. Setelah gencatan senjata awal 2025 ini Israel memblokir bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
"Saya akan memiliki kesempatan untuk berbicara tentang hal ini dengan Perdana Menteri Netanyahu dan saya juga telah mengangkat masalah ini dengan Presiden Trump," ucap Macron.
Adapun komentar Macron disampaikan setelah Trump mengakui bahwa kelaparan di Gaza meningkat. Trump menekankan perlunya akses kemanusiaan di Gaza dibuka agar kelaparan teratasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar