Search This Blog

Kabareskrim: Judol Gunakan Algoritma untuk Menipu, Pemain Tak Akan Pernah Menang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kabareskrim: Judol Gunakan Algoritma untuk Menipu, Pemain Tak Akan Pernah Menang
May 2nd 2025, 17:16, by Raga Imam, kumparanNEWS

Tersangka judol dari pengungkapan kasus di website H55Hiwin ditampilkan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (2/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Tersangka judol dari pengungkapan kasus di website H55Hiwin ditampilkan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (2/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, menegaskan bahwa judi online dirancang sedemikian rupa agar pemain terus mengalami kekalahan. Situs-situs judi online itu menggunakan algoritma untuk memanipulasi peluang kemenangan.

"Judi yang biasanya kita menggunakan cara-cara yang konvensional saja, main kartu misalnya, itu potensi menangnya juga kecil. Apalagi ini sifatnya sudah online, algoritma yang main, sudah disetel. Jadi kita ini secara tidak langsung dibohongi," kata Wahyu dalam konferensi pers bersama PPATK di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/5).

Ia menjelaskan bahwa operator judi online mengeksploitasi sisi psikologis pemain untuk terus bertaruh.

"Mereka itu kan memainkan sisi psikologis kita. Kalau pasang satu dapet lima, pasang satu dapet tiga, pasang satu dapet 10, 'kalau' iya kan, faktanya kalo itu tidak terjadi," ujarnya.

Ilustrasi judi online. Foto: Clari Massimiliano/Shutterstock
Ilustrasi judi online. Foto: Clari Massimiliano/Shutterstock

"Yang terjadi ya pasang satu enggak dapet, tambah lagi tambah lagi enggak pernah dapet. Sehingga tadi udah kalah dua mobil, begitu menang sekali udah merasa menang 'oh saya pernah menang', tapi kalo dihitung akumulasi ya kalah juga," sambungnya.

Kabareskrim mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam praktik judi online yang hanya memberikan kerugian.

"Mari sama-sama kita mencegah diri kita, jangan sampai terjerumus judi," imbaunya.

Ia menambahkan, Polri akan terus menjalin kerja sama dengan kepolisian negara lain untuk membongkar jaringan lintas batas.

"Polri juga menjalin kerja sama dengan kepolisian di beberapa negara, melalui P-to-P (police to police), ini memudahkan kita melakukan pelacakan scamming dari Myanmar, dari Filipina," pungkas Wahyu.

Media files:
01h8ww6esae0xww8ve348112py.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar