Suasana Bali Blackout. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyayangkan mati listrik yang terjadi di Bali pada Jumat (2/5) kemarin. Mereka menyebut kejadian itu membuat citra pariwisata Bali buruk.
Blackout di Bali pada Jumat kemarin terjadi sekitar empat sampai lima jam yaitu pada pukul 16.00 sampai sekitar pukul 20.00 WITA. Pemadaman terjadi di hampir seluruh Pulau Dewata.
Menurut PHRI, peristiwa ini disayangkan lantaran PLN tidak memberikan pemberitahuan awal.
Curhat pedagang di Bali akibat Blackout. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
"Kemarin terjadi blackout memberikan dampak yang kurang baik ya, terutama image kepada tamu kita juga karena tiba-tiba, tidak ada pengumuman apa-apa," kata Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Sabtu (3/5).
Walau pihak hotel biasanya memiliki genset sebagai sumber cadangan listrik, sejumlah titik di area publik dalam kondisi gelap gulita. Hal ini membuat wisatawan menginap takut keluar hotel.
"Di hotel memang kita sudah siap selalu ada genset, kita bisa lakukan di area hotel namun yang disayangkan di publik area gelap gulita karena ketika gelap seperti itu tamu enggak bisa keluar, mereka takut keluar nanti ada kriminal atau menjambret dan lain sebagainya," katanya.
Rai menambahkan sektor wisata paling terdampak pemadaman adalah hotel dan restoran kelas menengah ke bawah. Sebab, walau memiliki genset, hotel dan restoran kelas bawah kesulitan menjaga kualitas kenyamanan wisatawan saat pemadaman listrik terjadi.
Berkaca pada kasus ini, dia berharap di masa Bali bisa mengandalkan listrik mandiri tanpa bergantung wilayah lain.
"Melihat seperti ini karena kita masih supply dari Jawa, tentu Bali harus ada mandiri listrik," katanya.
Kurang dari 12 jam atau pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, kondisi listrik 100 persen di Bali kembali menyala alias normal. Indikasi sementara gangguan pada sistem penyaluran listrik pada kabel laut.
"Secara teknis, indikasi gangguan terpantau terjadi pada sistem penyaluran kabel laut, namun kepastian penyebabnya masih terus ditelusuri dan bukan akibat dari serangan siber atau yang lainnya," Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan persnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar