Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat menaiki Air Force One di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 16 Mei 2025. Foto: REUTERS/Brian Snyder
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam memberlakukan tarif kembali bagi negara-negara mitra yang dianggap tidak beriktikad baik dalam bernegosiasi.
Mengutip Reuters, ancaman ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, pada Minggu (18/5).
Namun, Scott tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan negosiasi yang dilakukan dengan itikad baik maupun memberikan kepastian waktu kapan keputusan untuk mengembalikan tarif suatu negara ke tingkat semula.
AS telah menerapkan tarif resiprokal yang diberlakukan pada 2 April akan diumumkan. Trump telah beberapa kali mengubah keputusannya sejak saat itu.
Salah satunya pada 9 April, ketika ia menurunkan tarif pada sebagian besar barang impor menjadi 10 persen untuk jangka waktu 90 hari guna memberi waktu bagi negosiator untuk merumuskan kesepakatan dengan negara lain.
Secara terpisah, ia juga menurunkan tarif atas barang-barang asal China menjadi 30 persen. Pada hari Jumat (16/5), ia kembali menegaskan bahwa pemerintahannya akan mengirimkan surat kepada negara-negara yang terkena dampak untuk memberi tahu besaran tarif yang akan dikenakan.
Pada hari Minggu (18/5), Scott menyatakan bahwa pemerintahan Trump kini fokus pada 18 hubungan dagang paling penting dan waktu penyelesaian kesepakatan akan tergantung pada apakah negara-negara tersebut bernegosiasi dengan itikad baik atau tidak. Surat pun akan dikirimkan kepada negara-negara yang tidak menunjukkan itikad baik.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menjawab pertanyaan wartawan usai pembicaraan antara pejabat senior AS dan China mengenai tarif di Kedubes AS untuk Swiss, Jenewa, Minggu (11/5/2025). Foto: VALENTIN FLAURAUD/AFP
"Artinya mereka tidak bernegosiasi dengan itikad baik. Mereka akan menerima surat yang menyatakan, 'Ini tarifnya.' Jadi saya kira semua negara akan datang dan bernegosiasi dengan itikad baik," ujar Scott.
Bassent menambahkan bahwa negara-negara yang menerima pemberitahuan tersebut kemungkinan akan dikenai tarif sesuai tingkat yang ditetapkan pada 2 April lalu.
Saat ditanya kapan kesepakatan dagang bisa diumumkan, Scott mengatakan dalam program State of the Union di CNN: "Sekali lagi, itu akan tergantung pada apakah mereka bernegosiasi dengan itikad baik."
"Saya juga melihat bahwa kita akan banyak melakukan kesepakatan regional, misalnya ini tarif untuk Amerika Tengah, ini tarif untuk wilayah tertentu di Afrika," tambahnya.
Perang dagang yang terus berlanjut yang dilakukan oleh Trump telah mengganggu alur perdagangan global secara signifikan dan mengguncang pasar keuangan, ketika para investor mencoba memahami apa yang disebut Scott sebagai "ketidakpastian strategis" dari Presiden Partai Republik tersebut dalam upayanya untuk merombak hubungan ekonomi demi kepentingan AS.
Perusahaan dari berbagai skala terkena dampak dari kebijakan tarif yang diberlakukan secara tiba-tiba dan sering berubah-ubah oleh Trump, sehingga mereka kesulitan dalam mengelola rantai pasok, produksi, tenaga kerja, dan harga. Kongres pun sedang menghadapi tantangan kebijakan tarif ini dalam rangka pembahasan anggaran dan pemotongan pajak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar