Search This Blog

Menkes Minta Rekrutmen PPDS Transparan, Tak Ada Lagi Referensi Khusus

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menkes Minta Rekrutmen PPDS Transparan, Tak Ada Lagi Referensi Khusus
Apr 21st 2025, 12:06, by Salmah Muslimah, kumparanNEWS

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konfesensi pers mengenai berbagai kasus terkait tenaga medis di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konfesensi pers mengenai berbagai kasus terkait tenaga medis di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta rekrutmen dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dilakukan transparan dan tak ada lagi perlakuan khusus.

Saya juga minta agar transparansi dari proses rekrutmen ini dilakukan dengan baik, sehingga tidak ada lagi referensi-referensi khusus yang mengakibatkan kita akan salah pilih dari peserta pendidikan dokter spesialis ini," ujar Budi.

Hal itu dikatakan Budi dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (21/4).

Budi juga akan melakukan perbaikan dalam sistem pendidikan dokter PPDS di setiap rumah sakit. Dia mendengar bahwa masih banyak dokter PPDS yang diajar oleh seniornya, bukan langsung dari konsulen atau pembimbingnya.

"Yang kita ingin juga pastikan adalah kami banyak mendengar bahwa pendidikan dokter spesialis yang dilakukan di rumah sakit-rumah sakit itu tidak dilakukan langsung oleh konsulennya (pembimbingnya), tidak dilakukan langsung oleh gurunya, tapi dilakukan oleh seniornya, oleh kakak kelasnya," tutupnya.

80 Tahun PPDS

Selain itu dia mengatakan, selama 80 tahun berjalan, Indonesia masih kekurangan dokter spesialis.

Hal ini menurut Budi karena banyaknya masalah dalam pendistribusian tenaga medis khususnya di kota-kota di luar Pulau Jawa.

Budi mengatakan, masalah ini disebabkan karena peserta didik PPDS lebih banyak berasal dari daerah-daerah di Pulau Jawa.

"Kami juga ingin memastikan bahwa afirmasi bagi putra-putri daerah yang masih kekurangan dokter spesialis, kita lakukan, karena kita sudah hampir 80 tahun (program PPDS berjalan), mereka distribusi dokter spesialis ini selalu bermasalah," ujar Budi.

"Karena memang kebanyakan yang masuk (PPDS) adalah bukan yang berasal dari tempat-tempat yang akan perlu diisi. Sehingga perlu sekali afirmasi bagi putra-putri daerah untuk mengisi informasi dokter-dokter spesialis yang banyak sekali kosong di kota-kota di luar Jawa," tambah dia.

Jumpa pers Menkes BGS bersama jajarannya tentang kasus-kasus dokter cabul/melanggar etika, Senin (21/4/2025). Foto: YouTube Kemenkes
Jumpa pers Menkes BGS bersama jajarannya tentang kasus-kasus dokter cabul/melanggar etika, Senin (21/4/2025). Foto: YouTube Kemenkes

Media files:
01jsb576mhdgkbdrb6c0xk9vkn.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar