Search This Blog

Kenapa Setelah Melahirkan Hormon Ibu Belum Stabil?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenapa Setelah Melahirkan Hormon Ibu Belum Stabil?
Apr 6th 2025, 16:26, by Yufienda Novitasari, kumparanMOM

Ilustrasi ibu setelah melahirkan stres. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi ibu setelah melahirkan stres. Foto: Shutter Stock

Banyak hal baru yang bisa dialami ibu setelah melahirkan. Salah satunya adalah perubahan hormon. Setelah melahirkan, hormon kehamilan yang meliputi estrogen dan progesteron akan menurun. Kemudian, kedua hormon tersebut digantikan oleh hormon prolaktin dan oksitosin.

Ya Moms, hormon prolaktin dan oksitosin akan meningkat setelah melahirkan. Prolaktin berfungsi untuk merangsang jaringan susu untuk ASI, sementara oksitosin untuk meningkatkan naluri pengasuhan bayi.

Meski begitu, pergantian kadar hormon dalam tubuh ibu kerap menimbulkan beberapa gejala, seperti mudah merasa cemas, perubahan suasana hati menjadi lekas marah, rambut rontok, jerawat, hingga penurunan libido. Perubahan kadar kedua hormon itu juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh karena didominasi oleh hormon estrogen atau peningkatan hormon prolaktin dan oksitosin.

Penyebab Hormon Estrogen Mendominasi Setelah Melahirkan

Selama kehamilan, hormon progesteron diproduksi dan diatur oleh plasenta untuk melindungi janin di dalam kandungan. Setelah si kecil lahir, akan terjadi penurunan hormon progesteron dan menyebabkan peningkatan kadar estrogen yang berpotensi pada dominasi estrogen.

Ilustrasi ibu stres. Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu stres. Foto: Shutterstock

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), umumnya perubahan hormon terjadi dalam 24 jam pertama setelah melahirkan. Kadar hormon estrogen yang lebih tinggi dapat mempengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

1. Hipotiroidisme

Melonjaknya kadar estrogen bisa menyebabkan radang kelenjar tiroid. Hal ini dapat memicu peningkatan kadar globulin pengikat tiroid yang diproduksi oleh hati, sehingga menyebabkan tiroiditis pascamelahirkan.

2. Kelelahan adrenal

Dominasi hormon estrogen juga menyebabkan kelelahan adrenal atau kondisi di mana kelenjar adrenal tidak cukup menghasilkan kortisol yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini terjadi karena penurunan kadar hormon progesteron, stres, dan kelelahan.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir berlebihan, Moms. Sebab, kondisi ini hanya terjadi sementara waktu, dan akan kembali normal setelah enam bulan pascamelahirkan.

Media files:
h5feurelxl7qp1fe7n76.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar