Apr 13th 2025, 14:48, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Ilustrasi Emas Antam. Foto: Shutterstock
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terus melesat hingga mencapai angka Rp 1,9 juta per gram. Sampai akhir tahun 2025, harga emas diproyeksi bisa mencapai level Rp 2,3 juta per gram.
"Sampai akhir tahun bisa Rp 2,3 juta per gram, emas global bisa ke USD 3.400," kata analis Ibrahim Assuaibi kepada kumparan, Minggu (13/4).
Ibrahim menjelaskan, level Rp 2,3 juta tersebut paling cepat dapat dicapai pada kuartal III tahun ini. Faktor yang akan mempengaruhi harga emas global salah satunya tarif imbal balik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Bisa saja ini perang dagang Eropa, Tiongkok, dan AS semakin meruncing, kemudian ada jeda 90 hari kemungkinan besar setelah 90 hari ada negara-negara yang kena biaya impor balik lagi," ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut dapat membuat kondisi perekonomian global semakin melambat. Selain itu Ia melihat kondisi geopolitik dunia juga tidak stabil seiring rencana ekspansi Israel ke beberapa wilayah sekitar yakni Palestina dan Suriah sampai keterlibatan China dan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina.
Hal lain yang mendorong terus meningkatnya harga emas adalah inflasi AS yang diproyeksi dapat terus menurun dan kemungkinan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau Federal Reserve lebih besar.
"Ada kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga lebih besar lagi bukan lagi 3 kali setahun bahkan bisa 4-5 kali dalam tahun 2025," kata Ibrahim.
Dikutip dari Reuters, per Minggu (13/4) harga emas spot dunia hari inii berada di USD 3.233 per ons atau naik 2,47 persen.
Sementara itu harga emas Antam sejak Senin (7/4) sampai Minggu (13/4) harga emas Antam per gram melonjak Rp 146.000. Dikutip dari situs Logam Mulia, pada hari ini, Minggu (13/4) harga emas Antam terpantau stabil di Rp 1.904.000 per gramnya. Sementara harga jual kembali bagi masyarakat atau buyback emas Antam per hari ini ada di angka Rp 1.754.000 per gram atau naik Rp 150.000 per gram, dari harga buyback di hari Senin yakni pada Rp 1.608.000.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar