Apr 13th 2025, 13:32, by Syawal Darisman, kumparanNEWS
Warga beraktivitas di kawasan pemukiman padat penduduk, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (13/4/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai bahwa rencana kepindahan ibu kota negara ke IKN turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah pendatang ke Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanDalam tiga tahun terakhir, tren kedatangan penduduk ke DKI Jakarta terus menurun. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPada 2023, tercatat sebanyak 395.298 pendatang, lalu menjadi 84.783 jiwa di tahun 2024. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanSementara di tahun 2025, jumlah pendatang diperkirakan berkisar antara 10.000 hingga 15.000 orang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparan
Warga beraktivitas di kawasan pemukiman padat penduduk, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (13/4/2025).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai rencana kepindahan ibu kota negara ke IKN turut berkontribusi terhadap penurunan jumlah pendatang ke Jakarta.
Dalam tiga tahun terakhir, tren kedatangan penduduk ke DKI Jakarta terus menurun. Pada 2023, tercatat sebanyak 395.298 pendatang, lalu menjadi 84.783 jiwa di tahun 2024.
Sementara di tahun 2025, jumlah pendatang diperkirakan berkisar antara 10.000 hingga 15.000 orang.
Warga beraktivitas di kawasan pemukiman padat penduduk, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (13/4/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar