Search This Blog

BI Gelar Rapat Dewan Gubernur Bahas Suku Bunga Acuan RI

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BI Gelar Rapat Dewan Gubernur Bahas Suku Bunga Acuan RI
Apr 22nd 2025, 13:04, by Abdul Latif, kumparanBISNIS

Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang berlangsung selama dua hari, pada 22-23 April 2025. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah membahas arah kebijakan moneter, termasuk penentuan suku bunga acuan atau BI Rate.

Pada pertemuan bulan sebelumnya, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Selain itu, suku bunga Deposit Facility tetap berada di posisi 5,0 persen, dan Lending Facility sebesar 6,5 persen.

Keputusan hasil RDG bulan April ini akan diumumkan oleh BI dalam konferensi pers yang digelar secara daring besok, Rabu (23/4), pukul 14.00 WIB.

Mengutip laman resmi Bank Indonesia, suku bunga acuan atau BI Rate merupakan suku bunga yang ditetapkan oleh BI dan dijadikan patokan oleh lembaga keuangan di Indonesia dalam menentukan besarnya suku bunga pinjaman maupun tabungan.

Artinya, perubahan pada BI Rate akan berdampak langsung terhadap suku bunga perbankan.

Dampak Perubahan Suku Bunga Acuan BI

Ketika BI Rate naik, bank-bank biasanya ikut menaikkan suku bunga kredit dan deposito. Namun demikian, transmisi kebijakan ini memerlukan waktu, sehingga dampaknya tidak langsung terasa.

Sebaliknya, saat suku bunga acuan diturunkan, bunga kredit dan simpanan perbankan juga cenderung ikut menurun.

Perubahan suku bunga ini sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Jika suku bunga kredit turun, masyarakat cenderung lebih berani mengambil pinjaman, misalnya untuk modal usaha atau pengembangan bisnis.

Namun jika suku bunga tinggi, masyarakat akan berpikir dua kali sebelum meminjam uang ke bank karena beban bunga yang lebih besar.

Di sisi lain, suku bunga tinggi juga membuat produk tabungan dan deposito menjadi lebih menarik. Banyak orang akan memilih menyimpan uangnya di bank demi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika suku bunga simpanan rendah, dana masyarakat cenderung dialihkan untuk konsumsi atau investasi di sektor riil.

Keputusan BI terkait arah suku bunga bulan ini sangat dinanti, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.

Media files:
01jq66wm5sswa2r4n6xa33hgce.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar