Kepala Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memberikan penjelasan terkait gempa yang mengguncang Bantul, DIY, pada Minggu (2/3) pukul 12.00 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, para meter gempa tersebut memiliki magnitudo 4,4, sebelumnya gempa tersebut disebut berkekuatan 4,6 magnitudo.
Sedangkan episenter gempa, lanjut Daryono terletak pada koordinat 8.29° LS; 110.32° BT tepatnya di laut pada jarak 43 kilometer arah Barat Daya Bantul, DIY. Gempa berada di kedalaman 22 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di dasar samudera," ujar Daryono dalam keterangannya.
Daryono menerangkan, getaran akibat gempa tersebut tidak hanya terjadi di Bantul. Tapi juga sejumlah daerah lainnya.
Berikut daftarnya:
Skala III MMI (getaran dirasakan seperti truk yang melintas) di Bantul, GunungKidul, Purworejo
Skala II MMI (getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Tulungagung, Pacitan, Trenggalek
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujar Daryono.
Hingga pukul 12.15 WIB, BMKG mencatat terjadi dua kali gempa susulan atau aftershock.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar