Jul 29th 2024, 09:30, by Gesit Prayogi, kumparanOTO
Mobil listrik Hyundai Kona Electric dan pengunjung GIIAS 2024 yang sedang melihat-lihat. Foto: Sena Pratama/kumparan
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menilai pasar otomotif dalam negeri sulit mencapai angka 900 ribu unit tahun ini.
Artinya capaian ini tidak lebih baik dari perolehan tahun 2023 yang berada di angka 1.005.802 unit.
Menurut dia, pencapaian di semester pertama tahun ini menjadi indikator bahwa pasar otomotif Indonesia tak lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Kenapa? Jika tahun lalu, pasar mobil 900 ribuan unit dan semester pertama tahun ini pasar turun 15 persen, maka pasar mobil di tahun ini pasti di bawah 900 ribu," jelas Frans melalui pesan singkat WhatsApp kepada kumparan.
Hyundai IONIQ 5 yang dipamerkan di GIIAS 2024. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Hyundai, lanjut Frans, berupaya menjaga daya beli konsumen dengan mengenalkan sejumlah produk baru termasuk all new Kona EV dan IONIQ 5N. Dua produk mobil listrik itu telah diproduksi secara lokal di fasilitas produksi Hyundai Cikarang.
Selain itu, Hyundai juga berkomitmen mengikuti arahan dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang yang meminta Agen Pemegang Merek (APM) untuk tidak melakukan penyesuaian harga. Meskipun, menurut Frans, ada beberapa APM yang telah menaikkan harga produknya sejak kuartal kedua tahun ini.
"Komitmen ini (tidak menaikkan harga) kami lakukan sebagai bukti kami selalu mematuhi dan melaksanakan arahan pemerintah seperti memperkenalkan mobil listrik pertama, membangun ekosistem charging station, membangun pabrik perakitan, dan baru-baru ini kami membangun pabrik baterai listrik pertama di Indonesia," katanya.
Frans menambahkan, Hyundai senantiasa bergandengan tangan dengan pemerintah dalam meningkatkan kedalaman industri otomotif dalam negeri. Mereka pun serius mengembangkan eksosistem mobil listrik di Tanah Air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar