Search This Blog

Kopi Cold Brew Berisiko Terkontaminasi Banyak Bakteri?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kopi Cold Brew Berisiko Terkontaminasi Banyak Bakteri?
Jul 29th 2024, 18:04, by Azalia Amadea, kumparanFOOD

Ilustrasi cold brew Foto: Shutter Stock
Ilustrasi cold brew Foto: Shutter Stock

Sajian kopi cold brew merupakan salah satu gebrakan inovasi di industri kopi. Kopi dengan teknik penyeduhan menggunakan air dingin dinilai unik dan berbeda. Tapi sayangnya, baru-baru ini ada penelitian yang mengungkap kontaminasi bakteri dalam kopi cold brew.

Penelitian ini diungkapkan dalam studi terbaru yang dilakukan oleh University of Georgia, tentang potensi pertumbuhan patogen bakteri dalam cold brew. Studi ini memfokuskan penelitiannya terhadap bakteri dalam minuman dingin.

Para peneliti di Pusat Keamanan Pangan Universitas Georgia telah menemukan bahwa kopi seduh dingin dapat mengandung empat patogen umum dalam penyakit bawaan makanan; E. coli, salmonella, Bacillus cereus, dan Listeria monocytogenes, seperti dikutip dari Coffee Talk.

Peneliti dengan sengaja memasukkan ke-empat jenis bakteri tersebut dalam cold brew. Hasilnya, peneliti menemukan ke-empat jenis bakteri itu mampu bertahan hidup dalam kopi cold brew selama 12 hari.

Hal ini yang menjadi kekhawatiran para peneliti, terutama bagi mereka yang bekerja di coffee shop. Dikhawatirkan, para pekerja coffee shop tidak bisa konsisten menjalankan peraturan kesehatan dan keamanan di kedai sehingga memungkinkan bakteri-bakteri ini masuk dalam kopi cold brew buatan mereka.

Ilustrasi infeksi bakteri salmonella Foto: dok.Shutterstock
Ilustrasi infeksi bakteri salmonella Foto: dok.Shutterstock

Tak hanya pekerja di coffee shop, para peneliti juga mengkhawatirkan para 'barista rumahan' yang mencoba membuat cold brew, tidak bisa menjaga kebersihannya.

Sebaliknya, jika menyeduh kopi dengan air panas, maka kemungkinan bakteri tersebut hidup, lebih rendah. Ini karena kopi yang asam dan air panas mampu membunuh bakteri. Hal ini berbeda dengan cold brew yang tingkat keasamannya rendah dan diseduh menggunakan air dingin.

"Air mendidih yang kamu gunakan untuk membuat kopi merupakan bentuk pengendalian suhu terhadap bakteri. Kurangnya pengendalian tersebut, ditambah dengan tingkat keasaman rendah yang ditemukan dalam minuman kopi dingin, memungkinkan pertumbuhan atau kelangsungan hidup bakteri tersebut," jelas Angela Parra, asisten peneliti pascasarjana di Pusat Keamanan Pangan di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, University of Georgia, seperti dikutip dari Comunicaffe.

Namun, pencinta minuman cold brew tidak perlu berhenti minum atau membuang teko minuman buatan mereka, karena Parra tidak menemukan bahwa bakteri akan tumbuh dalam minuman dingin jika sebelumnya memang tidak ada.

Dengan kata lain, jika diseduh dan disimpan di lemari es, kopi cold brew tidak akan rusak dan tidak akan menumbuhkan bakteri yang dapat membuat kamu sakit. Kontaminasi terjadi selama proses penyeduhan kopi, seperti bahan-bahan yang terkontaminasi atau lingkungan penyeduhan yang tidak bersih.

Jadi, para peneliti menyarankan untuk cuci tangan, serta pastikan bahwa alat-alat seduh hingga lingkungan tempat membuat kopi haruslah bersih dan bebas kontaminan. Dengan begitu, kamu pun tidak perlu khawatir lagi akan bahaya yang bisa mengancam kesehatan para pencinta kopi ini.

Media files:
yypyukmfr8rdqwok9dxk.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar