Search This Blog

Viral Malapraktik Bidan Merangkap Lurah di Prabumulih: Korban Meninggal Dunia

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Viral Malapraktik Bidan Merangkap Lurah di Prabumulih: Korban Meninggal Dunia
May 3rd 2024, 17:03, by Abdullah Toriq, Urban Id

Potongan video oknum Bidan yang merangkap Lurah saat mengisi obat ke suntikan
Potongan video oknum Bidan yang merangkap Lurah saat mengisi obat ke suntikan

Viral video di media sosial (Medsos) seorang oknum Bidan yang merangkap sebagai Lurah berinisial ZN yang diduga telah melakukan malapraktik di Prabumulih, Sumsel. Malapraktik diterima pasien yang diduga menerima suntikan obat berlebihan karena divonis telah mengalami gagal ginjal yang mengharuskan cuci darah dan akhirnya meninggal dunia. Pada video yang diterima Urban Id dari @voltcyber_v2, terlihat ZN yang mengenakan jas dokter menyuntikkan sejumlah cairan obat hingga puluhan ampul menggunakan spuit 50 CC ke tubuh korban. Kejadian bermula ketika korban R (59 tahun) yang mengeluh sakit maag dan di bawa berobat ke seorang Bidan berinisial ZN. "Biasanya mama ku (R) berobat di dokter dan kali ini baru ke Bidan karena Ayah tadi kepepet mikirnya karena ingin mama sembuh dulu, " kata N anak dari korban malapraktik, Jumat 3 Mei 2024. N menyebutkan ketika itu oknum Bidan itu menyarankan keluarga korban untuk dirawat selama kurang lebih satu minggu, tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium atau CT scan terlebih dahulu. "Kemudian, Bidan (ZN) memberikan suntikan obat-obatan yang keluarga tidak mengetahui jika ditanya tentang keamanannya, karena dikatakan sudah sesuai resep," kata dia. Namun kondisi orang tuannya pun memburuk setelah dirawat oleh ZN. Dengan kondisi tersebut terduga pelaku pun akhirnya datang kembali ke rumahnya untuk memberikan suntikan-suntikan berbagai macam cairan seperti yang terlihat dalam video. "Selama pengobatan terakhir di bidan tersebut, tidak terjadi perubahan sama sekali, malah kondisinya semakin parah. Akhirnya, keluarga memutuskan untuk tidak lagi berobat ke bidan tersebut," kata dia. Setelah di bawa ke rumah sakit, N mengaku kondisi ginjal mamanya mengalami pembengkakan dan harus menjalani cuci darah. "Setelah menjalani cuci darah sebanyak 6 kali, pasien meninggal dunia pada 22 Januari 2024," ujar N. Menanggapi hal ini, PJ Walikota Prabumulih Elman didampingi Kapolres Prabumulih AKBP Endro Aribowo, telah membentuk tim untuk menginvestigasi kasus tersebut dan akan menyelidiki status praktek terduga pelaku ZN yang juga merangkap lurah di kecamatan Cambai. "Sudah membentuk tim untuk investigasi kasus tersebut dan menyelidiki terkait status praktek, " kata dia.

Media files:
01hwyydgst68r1nve04jb646bc.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar