May 2nd 2024, 20:42, by Dicky Adam Sidiq, kumparanNEWS
Seorang petugas melakukan pengasapan (fogging) di kawasan permukiman, Kelurahan Grogol, Jakarta, Kamis (2/5). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOPengasapan tersebut untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti dalam upaya mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta. Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOKasus DBD di Indonesia meningkat pesat bila dibandingkan tahun 2023. Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOKementerian Kesehatan mencatat, hingga pekan ke-17 di 2024, sudah ada 88.583 kasus. Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Seorang petugas melakukan pengasapan fogging di kawasan permukiman, Kelurahan Grogol, Jakarta, Kamis (2/5).
Pengasapan tersebut untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti dalam upaya mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta.
Kasus DBD di Indonesia meningkat pesat bila dibandingkan tahun 2023. Kementerian Kesehatan mencatat, hingga pekan ke-17 di 2024, sudah ada 88.583 kasus.
Dari keterangan Dokter Ngabila Salama, peningkatan kasus terjadi efek dari kemarau ekstrem panjang dari bulan Juli hingga November 2023 di Indonesia. Trend kasus DBD akan meningkat pasca el nino dan di musim penghujan dengan pola sama dari tahun ke tahun akan mulai meningkat Desember, puncak April, lalu kembali turun.
Seorang petugas melakukan pengasapan (fogging) di kawasan permukiman, Kelurahan Grogol, Jakarta, Kamis (2/5/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar