Search This Blog

Politikus NasDem: Semua Partai Politik Korupsi, Betul Nggak?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Politikus NasDem: Semua Partai Politik Korupsi, Betul Nggak?
Mar 7th 2024, 18:54, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Pakar Hukum Tata Negara hingga Politikus NasDem Irma Chaniago menghadiri Election Talks di FISIP UI, Depok, Kamis (7/3/2024). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Pakar Hukum Tata Negara hingga Politikus NasDem Irma Chaniago menghadiri Election Talks di FISIP UI, Depok, Kamis (7/3/2024). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago memandang korupsi parpol sudah mengakar dalam politik. Ia memang sumber masalah.

Hal ini disampaikan Irma saat membahas pragmatisme parpol dalam diskusi Election Talks #4 'Konsolidasi untuk Demokrasi Pasca Pemilu 2024: Oposisi atau Koalisi' di FISIP UI, Kamis (7/3).

"Partai politik yang menjadi akar masalah kericuhan di negeri ini, kenapa? Pragmatis, nggak ada yang enggak pragmatis. Semua partai politik korupsi, betul nggak? Kita nggak usah tutup-tutupin itu," kata Irma.

Menurutnya, parpol memang cenderung hanya mencari keuntungan untuk bisa dalam pemilu. Ia pun menyindir sosok cawapres 02 Gibran Rakabuming yang kerap dijuluki 'Samsul' yang bisa maju pilpres karena peran parpol pragmatis.

"Saya sebagai orang parpol, pimpinan di NasDem, saya bilang partai politik yang paling salah. Yang endorse Samsul siapa? Partai politik. Lah yang endorse Samsul kan parpol, Bapaknya seneng-seneng aja (anaknya) diendorse," kata dia.

Samsul adalah kependekan dari asam sulfat. Sebelum ini istilah itu sempat viral karena Gibran salah sebut asam folat jadi asam sulfat.

Politisi NasDem, Irma Suryani Chaniago di D'consulate Resto. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Politisi NasDem, Irma Suryani Chaniago di D'consulate Resto. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Lebih lanjut, Irma bahkan mengaku dirinya mengeluarkan banyak yang untuk bisa jadi anggota DPR dalam pemilu.

"Soal kecurangan yang ada, saya buka, saya pelaku. Saya adalah caleg. Saya harus keluarkan uang sekian miliar untuk bisa duduk," kata dia.

Sebab itu, menurut Irma, harus ada komitmen kuat bersama untuk membenahi perpolitikan di Indonesia. Termasuk, jangan memilih pihak atau calon yang bekerja sama dengan pihak oligarki di masa mendatang.

"Saya apresiasi sekali untuk Pak JK bilang, kita bukan mau menang-menangan. Di sini kita mau mencari solusi. Bagaimana election kita ke depan harus lebih baik kan itu intinya. Kalau itu yang mau kita lakukan perbaiki partai politik kita. Jangan pilih calon-calon anggota dewan yang dari oligarki politik," ujar dia.

"Jangan endorse pengusaha-pengusaha kotor untuk masuk di parlemen. Jangan endorse peleceh seksual, pecandu narkoba, koruptor. Masuk semua. Kenapa? Semua kena mengejar elektoral 4%. Siapa pun yang bisa bawa kursi silakan masuk. Bisa bawa kursi itu yang merusak," tandasnya.

Media files:
01hrc6r6r7b0vv092m7cnvzta2.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar