Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons isu Presiden Jokowi merapat ke Golkar. Menurutnya, siapa pun punya hak dan kebebasan untuk bergabung dengan partai mana pun.
Meski begitu, Hasto mengatakan publik bisa melihat sejauh mana konsistensi kader terhadap partai yang membesarkannya. Ia juga menyinggung pihak yang menggunakan segala cara untuk berkuasa.
"Ya, kalau kita lihat seseorang itu kan jati diri seseorang kan, diukur dari konsistensinya terhadap pilihan parpol secara normatif. Memang seseorang bebas menentukan pilihannya secara merdeka, tetapi rakyat juga akan tahu mana yang kemudian membesarkan, mana yang kemudian memakai cara-cara pragmatis demi kekuasaan," kata Hasto usai menghadiri diskusi di FISIP UI, Depok, Kamis (7/3).
Hasto enggan bicara soal nasib KTA Jokowi di PDIP. Ia menegaskan PDIP taat pada konstitusi dan menolak jabatan presiden 3 periode. Saat ini, kata Hasto, pihaknya fokus mengawal suara Pemilu.
"Ya kami kan seseorang kalau cocok bisa masuk, kalau tidak cocok karena perpanjangan permintaan jabatan 3 periode, nggak dipenuhi (syarat kader), itu stelsel aktif. Dan itu konstitusi mengatur keanggotaan itu stelsel aktif," ujarnya.
"Sekarang fokus PDIP, yang mengawal suara rakyat dan mencoba memperbaiki berbagai persoalan-persoalan yang muncul ketika demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, ini dikebiri demi kekuasaan," pungkas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar