Anggota KPU RI, August Mellaz, saat ditemui wartawan usai menggelar rapat koordinasi persiapan debat kelima Pilpres 2024, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
KPU menyatakan hilangnya diagram dalam Sirekap bukan berarti pihaknya tidak transparan atas hasil pemilu. Sebab formulir C hasil atau C1 masih ada di dalam website Sirekap.
Hal ini disampaikan Komisioner KPU, August Mellaz saat diwawancarai wartawan di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).
"Ketika grafisnya ada masalah, nah sekarang bagaimana kemudian KPU tidak transparan? Formulir C hasilnya ada semua, C hasil ada, terus gimana?" ujar Mellaz kepada wartawan.
Menurutnya, formulir C Hasil juga lebih otentik ketimbang dari diagram Sirekap.
"Itu otentiknya, itu yang sama dengan yang otentik gitu loh," ucap Mellaz.
Ia juga menyatakan, dalam rekapitulasi dilakukan secara manual, prosesnya pun berjenjang dan bertingkat.
Proses rekapitulasi sendiri melalui rapat pleno rekapitulasi suara tingkat nasional di kantor KPU RI. Ia lantas mempertanyakan, apa yang menjadikan KPU dianggap tak transparan.
"Kan memang posisinya rekapitulasi dilakukan secara manual, berjenjang, setiap tingkatan. Dan semuanya diundang, so? Jadi apa yang enggak transparan?" tanya Mellaz.
Mellaz juga menjelaskan, pada tanggal 15 hingga 18 Februari, website Sirekap sempat berhenti ketika data masuk hampir 20 persen setiap harinya.
"Itu sejak awal jadi tanggal 15 Februari sampai 18 Februari, kalau teman-teman perhatikan itu kan sempat berhenti Sirekap, ketika suplai data masuk itu hampir 20 persen setiap hari, 66,6 persen," imbuhnya.
Namun apabila data masuk, mengubah data tersebutlah yang menjadi masalah.
"Tapi begitu data masuk, mengubahnya jadi masalah. Jadi bukan kemudian unggahannya yang masalah, tapi mengubahnya yang jadi masalah," ungkap Mellaz.
Menurutnya, apabila soal diagram tersebut terus dipertanyakan maka akan muncul spekulasi di kalangan masyarakat.
"Jadi sekali lagi sekarang begini, kalau itu diteruskan juga jadi spekulasi, nanti kuta dipikir macam-macam pertanyaannya," jelasnya.
"Sekarang semua dokumennya diubah, kami lagi fokus ke sana. Sembari dokumen-dokumen dilihat," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar