Mar 7th 2024, 21:12, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi Hari Yang Dilarang Untuk Mengganti Puasa Ramadhan, Foto: Unsplash/spukkato.
Pada saat puasa Ramadan, ada beberapa yang tidak bisa menunaikannya selama satu bulan penuh. Sehingga, harus menggantinya di hari yang lain. Umat muslim perlu mengetahui hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadan.
Puasa ini dimaksudkan untuk mengganti puasa wajib yang dikarenakan alasan uzur seperti sakit, kelelahan dalam safar (perjalanan), menstruasi, nifas, hingga ibu hamil dan menyusui. Puasa qadha wajib diganti sebanyak hari yang ditinggalkan.
Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadan
Ilustrasi Hari Yang Dilarang Untuk Mengganti Puasa Ramadhan, Foto: Unsplash/photoguns.
Sebentar lagi umat muslim akan menyambut datangnya bulan Ramadan. Namun, ada sebagian yang tidak bisa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Sehingga harus menggantinya di hari lain sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkannya.
Dikutip dari buku 125 Masalah Puasa karya Muhammad Anis Sumaji (2008: 104), untuk mengganti puasa Ramadan tidak bisa dilakukan pada hari-hari tertentu. Sehingga umat muslim wajib mengetahui hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadan itu apa saja.
Berikut adalah informasi mengenai hari yang tidak diperbolehkan untuk melakukan puasa qadha.
1. Hari Tasyrik
Hari tasyrik jatuh pada tiga hari setelah Idul Adha atau lebih tepatnya tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Rasulullah Saw. bersabda: "Hari-hari tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah," (HR Muslim).
Hal ini juga dijelaskan sebagaimana riwayat dari Aisyah dan Abdullah bin Umar yang berkata:
"Tidak diberi kemudahan di hari-hari tasyrik untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hadi (hewan kurban di waktu haji)." (HR Bukhari)
Pada Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk melakukan tahlil, takbir, dan tasbih sebagai bentuk ibadah dan ungkapan syukur atas kesuksesan menyelesaikan ibadah puasa Ramadan serta perayaan Idul Fitri.
2. Dua Hari Raya
Dua hari raya ini adalah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pada saat kedua hari raya tersebut haram untuk melakukan puasa. Hal ini berdasarkan ucapan Umar bin Khattab, ia berkata:
"Ini adalah dua hari, di mana Rasulullah Saw. telah melarag berpuasa padanya, yaitu hari berbukanya kalian dari puasa kalian dan hari yang lain di mana kalian memakan padanya ibadah kurban kalian." (HR Buhari & Muslim)
3. Hari Jumat secara Khusus
Sesuai sabda Nabi Muhammad Saw. dalam riwayat dari Jabir bin Abdullah: "Janganlah kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika disertai dengan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (HR Bukhari & Muslim)
4. Hari Syak atau Hari yang Diragukan
Dalil yang digunakan adalah perkataan Ammar bin Yasir, yang menuturkan: "Siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan, berarti dia telah berbuat durhaka terhadap Abul Qasim (Rasulullah SAW)." (HR Tirmidzi, Nasa'i, Abu Dawud & Ibnu Majah)
5. Hari-hari di Bulan Ramadan
Pada saat bulan Ramadan, umat muslim dilarang melakukan puasa qadha atau mengganti puasa Ramadan tahun lalu. Sehingga harus diganti dengan hari yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar