Search This Blog

Gerindra soal Anomali Suara PSI: Isu Semua Partai, Saling Menuduh, Menyalahkan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Gerindra soal Anomali Suara PSI: Isu Semua Partai, Saling Menuduh, Menyalahkan
Mar 7th 2024, 23:03, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani tiba di lokasi Rapimnas Gerindra, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani tiba di lokasi Rapimnas Gerindra, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani bicara soal isu anomali suara PSI di Sirekap KPU yang menimbulkan dugaan adanya penggelembungan suara. Muzani mengatakan isu anomali suara terjadi di setiap parpol selama proses rekapitulasi suara, tak hanya PSI.

"Ya isu tentang itu kan juga terjadi hampir di semua partai peserta pemilu. Semua saling menuduh, saling menyangkakan bahwa partai A, B, C, D seterusnya melakukan tindakan penggelembungan," kata Muzani di Gedung DPR, Senayan, Kamis (7/3).

Muzani mengatakan setiap dugaan kecurangan dapat diadukan ke lembaga terkait. Dia mengatakan Bawaslu dapat menangani setiap dugaan pelanggaran yang ada.

"Karena itu mekanisme dalam UU Pemilu itu kan berjenjang, ada KPU selaku lembaga penyelenggara pemilu, ada Bawaslu. Dan setiap dugaan pelanggaran yang ada di bawah mestinya sudah ditemukan oleh Bawaslu di semua tingkatan," tutur dia.

"Jika itu pidana bisa dilaporkan ke Gakkumdu. Jika pelanggaran itu dilakukan oleh penyelenggara pemilu bisa dilaporkan ke DKPP," tambah Wakil Ketua MPR itu.

Ilustrasi tinta di jari usai ikut Pemilu 2024. Foto: Shutterstock
Ilustrasi tinta di jari usai ikut Pemilu 2024. Foto: Shutterstock

Menurutnya, pengawasan pemilu sudah dilakukan dengan baik secara berjenjang untuk mengantisipasi kecurangan.

"Jadi itu jenjang untuk melakukan kontrol terhadap penyalahgunaan sudah cukup ketat," tandas Muzani.

Terkait lonjakan suara PSI beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, sudah angkat bicara. Menurutnya, penambahan atau pengurangan dalam proses rekapitulasi adalah hal yang wajar.

"Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut," kata Grace dalam keterangannya, Sabtu (2/3).

"Apalagi hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat," ujarnya.

Media files:
01hdd7xs7nxma1m2pr8xhbr4kv.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar