Mar 8th 2024, 10:27, by Aditia Noviansyah, kumparanNEWS
Warga masih sibuk mencari dan membersihkan harta benda yang tersisa usai tersapu banjir bandang di Kelurahan Sanua, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/3). Foto: ANTARA FOTO/JojonPihak pemerintah setempat mencatat khusus di Kelurahan Kasilampe, lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa terdampak banjir bandang. Foto: ANTARA FOTO/JojonHingga kini pemerintah setempat masih melakukan pendataan rumah kategori rusak berat dan ringan. Foto: ANTARA FOTO/JojonBMKG Kendari merilis peringatan dini cuaca di Sulawesi Tenggara masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota. Foto: ANTARA FOTO/Jojonemerintah setempat menyampaikan bahwa salah satu penyebab banjir bandang di wilayah tersebut karena alih fungsi kawasan hutan menjadi pemukiman. Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Warga masih sibuk mencari dan membersihkan harta benda yang tersisa usai tersapu banjir bandang di Kelurahan Sanua, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/3).
Pihak pemerintah setempat mencatat khusus di Kelurahan Kasilampe, lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa terdampak banjir bandang dan hingga kini masih melakukan pendataan rumah kategori rusak berat dan ringan.
BMKG Kendari merilis peringatan dini cuaca di Sulawesi Tenggara masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Pemerintah setempat menyampaikan bahwa salah satu penyebab banjir bandang di wilayah tersebut karena alih fungsi kawasan hutan menjadi pemukiman.
Warga membersihkan raport milik anaknya yang tertimbun material banjir bandang di Kelurahan Kasilampe, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/3). Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar