Search This Blog

Prancis Buka Pintu Pengakuan Negara Palestina

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Prancis Buka Pintu Pengakuan Negara Palestina
Feb 17th 2024, 09:47, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS

Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan keterangan persa usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Istana Elysee di Paris, Prancis. Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS
Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan keterangan persa usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Istana Elysee di Paris, Prancis. Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron membuka pintu pengakuan negara Palestina di masa depan. Komentar Macron disampaikan meski Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana pengakuan Palestina secara internasional.

Netanyahu telah berulang kali menegaskan Israel menginginkan kendali penuh atas keamanan di sebelah barat sungai Yordan pasca-perang Gaza. Dalam pandangan Netanyahu pendirian negara Palestina membahayakan keamanan Israel.

Di tengah penolakan Netanyahu sekutu Israel yaitu Barat, termasuk Prancis di dalamnya, berupaya memulai negosiasi perdamaian di Gaza bersama negara Arab lainnya.

Pada Jumat (16/2) Macron bertemu Raja Yordania Abdullah II di Paris. Setelah pertemuan Macron menegaskan sikap Prancis merespons krisis Israel-Palestina.

"Mitra kami di kawasan, khususnya Yordania, sedang mengerjakan (negosiasi perdamaian) ini, kami juga. Kami siap berkontribusi dan pengakuan negara Palestina bukan lagi tabu di Prancis," ucap Macron seperti dikutip dari Reuters.

"Kami berutang terhadap rakyat Palestina, yang aspirasinya sejak lama terinjak-injak. Kami berutang pada Israel yang hidupnya melewati pembantaian anti-semit terbesar abad ini. Kami berutang budi pada wilayah yang ingin melepaskan diri dari pihak pemicu kekacauan dan pihak pembalas dendam," sambung Macron.

Dunia terbelah atas pengakuan negara Palestina. Mayoritas negara berkembang mengakui Palestina. Sebaliknya sebagian besar Barat menolak pengakuan itu.

Akan tetapi sikap Barat terhadap pengakuan Palestina mulai berubah akibat perang Gaza yang menewaskan 28 ribu warga. Pada awal bulan ini Menlu Inggris David Cameron menegaskan akan ada waktunya Palestina diakui.

Israel sendiri dikecam karena menyerang Gaza tanpa pandang bulu. Korban jiwa terbesar serangan mereka ke Gaza yang dimulai 7 Oktober 2023 adalah warga sipil.

Oleh Afsel Israel diseret ke Mahkamah Internasional atas tuduhan pembantaian. Mahkamah Internasional mengeluarkan putusan sela meminta Israel mencegah genosida.

Media files:
01gpfer52chn3s3h7kga3c77yk.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar