Feb 17th 2024, 10:02, by Rachmadi Rasyad, kumparanNEWS
Ketua KPPS 18 Kelurahan Pasirwangi, Jajang Safaat. Foto: Dok. Istimewa
Ketua KPPS 18 di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, bernama Jajang Safaat meninggal dunia. Diduga, penyebabnya ialah karena kelelahan.
Ketua KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Iya betul (meninggal dunia)" kata dia ketika dikonfirmasi pada Sabtu (17/2).
Adik Jajang, Juju Juariah, menyebut kondisi kakaknya sudah mulai menurun sejak dua hari sebelum proses pemungutan suara.
Namun, karena merasa ada tugas yang mesti dikerjakan, Jajang memaksakan diri untuk bekerja pada tanggal 14 Februari. Setelah proses pemungutan suara rampung, kondisi Jajang semakin memburuk. Dia lalu pulang ke rumah ketika proses penghitungan suara sedang berlangsung.
"Lagi pelaksanaan penghitungan suara, akhirnya lemes terus pulang. Udah nge-drop aja, ya terasa beratnya itu yang sesaknya itu," kata Juju kepada wartawan.
Pada Kamis (15/2), Jajang diantarkan oleh Juju ke dokter umum untuk mendapatkan penanganan. Dokter pun memberi Jajang beberapa obat. Namun, obat yang diberikan ternyata tak membuat kondisi Jajang makin membaik.
Kemudian, pada Jumat (16/2), Jajang akhirnya dirujuk ke RS Al-Islam. Ketika dicek, tensinya ternyata rendah dan detak jantungnya begitu cepat. Meski kondisinya sudah memburuk, kata Juju, kakaknya masih sempat menanyakan soal proses penghitungan suara yang berlangsung di TPS.
"Yang jadi beban pikiran itu kerjaan belum selesai. Kerjaan yang di TPS. Ini gimana, ini gimana, terus kata saya udah tenang aja, udah ada yang nanganin," ucap dia.
Selepas Asar, kondisi Jajang semakin memburuk dan detak jantungnya melemah. Dokter sempat berupaya menggunakan alat pacu jantung tapi nyawa Jajang tak tertolong.
Jajang meninggalkan seorang istri dan dua anak. Selama ini, Jajang dikenal sebagai pribadi yang baik dan begitu aktif dalam berbagai kegiatan di wilayah tempat tinggalnya.
"Dengan kejadian ini, ini udah takdirnya, udah menerima dengan ikhlas," kata dia.
Ke depan, Juju berharap peristiwa wafatnya petugas KPPS tak terjadi lagi. Menurut dia, petugas KPPS yang bertugas harus diatur sedemikian rupa ritme kerjanya agar tak terlalu kelelahan.
"Paling sibuk KPPS. Saya menyaksikan banget, capek memang. Tambah dia (Jajang) tuh buka lahan baru di sini kan (tempat TPS). Itu kan banyak rumput, harus dia bersihkan dulu, memang sudah diforsir," kata dia.
Sejauh ini, sudah ada 6 petugas KPPS di Jabar meninggal dunia. Berdasarkan data yang dihimpun oleh KPU Jabar sejak tanggal 14 Februari hingga 15 Februari.
6 petugas KPPS yang meninggal dunia itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota yakni Kabupaten Garut 2 orang, Kabupaten Sukabumi 1 orang, Tasikmalaya 1 orang, dan Kabupaten Bogor 2 orang. Mereka diduga meninggal dunia karena kelelahan ketika bertugas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar