Dec 18th 2023, 06:31, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
New York Stock Exchange (NYSE) Foto: REUTERS/Lucas Jackson
Indeks utama saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup beragam pada Jumat (15/12), namun berakhir naik pada pekan itu. Komentar Presiden Federal Reserve New York John Williams pada hari Jumat bahwa terlalu dini untuk membicarakan penurunan suku bunga mengurangi optimisme hari itu.
Mengutip Reuters, Senin (18/15), Dow Jones menguat 56 poin ke posisi 37.305,16. Indeks S&P 500 susut 36 poin ke posisi 4.719,19. Kemudian Nasdaq bertambah 52 poin ke posisi 14.813,92. Dalam sepekan, Dow Jones naik 2,9 persen, Nasdaq naik 2,8 persen dan S&P 500 bertambah 2,5 persen.
"Menurut saya, apa yang kita dapatkan minggu ini adalah Ketua Fed Jerome Powell tidak ingin menghukum perekonomian secara berlebihan dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi tanpa alasan yang jelas," kata Kepala Investasi di Bokeh Capital Partners,Kim Forrest.
Volume di bursa AS naik ke posisi 19,76 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,80 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Di sisi lain, investor akan mengamati data ekonomi minggu ini. Termasuk pengeluaran konsumsi pribadi dan klaim pengangguran awal yang mungkin mempengaruhi prospek inflasi The Fed.
Ilustrasi Wall Street. Foto: Getty Images
Soft landing, yaitu pertumbuhan yang tetap tangguh sementara inflasi melambat menuju tingkat target The Fed, telah menjadi skenario dasar bagi perusahaan-perusahaan Wall Street. Termasuk BMO Capital Markets dan Oppenheimer Asset Management.
"Perusahaan-perusahaan tersebut memperkirakan S&P 500 masing-masing berada pada level 5.100 dan 5.200 pada tahun depan, dibandingkan dengan level saat ini di 4.719," tulis laporan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar