Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan menguat terbatas pada perdagangan saham Jumat (15/12). Seiring dengan IHSG yang bergerak di zona hijau pada penutupan perdagangan, Kamis (14/12). IHSG naik 100,67 poin (1,42 persen) ke 7.176.
Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.100 - 7.180. Meskipun dengan potensi koreksi terbuka.
Hal ini seiring dengan akan dirilisnya neraca perdagangan bulan November akan menjadi perhatian pasar, dimana neraca perdagangan merupakan gambaran posisi neraca berjalan Indonesia, yang pada gilirannya akan memberikan gambaran kontribusi sektor eksternal dan mengindikasi kondisi perekonomian makro.
"Tentunya, pasar berharap neraca perdagangan dapat memberikan indikasi ketahanan Indonesia di tengah risiko global yang masih diselimuti ketidakpastian," kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (15/12).
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Oktober 2023 sebesar USD 3,48 miliar atau naik dibandingkan USD 3,41 miliar pada bulan September 2023.
Secara konsensus, neraca perdagangan bulan November 2023 masih mencatatkan surplus sebesar USD 3,2 miliar yang artinya surplus neraca perdagangan akan menyusut dari bulan sebelumnya atau lebih kecil bila dibandingkan dengan surplus pada bulan Oktober 2023 yang sebesar USD 3,48 miliar.
"Kami menilai, proyeksi melemahnya surplus neraca perdagangan di latar belakangi oleh melandainya kinerja industrial negara tujuan ekspor Indonesia, sehingga memberi gambaran bahwa masih terjadinya pelemahan permintaan global yang akan berdampak pada kinerja ekspor Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, aktivitas impor diproyeksikan meningkat, hal ini tercermin pada indeks manufaktur Indonesia pada bulan November yang naik dari 51,5 menjadi 51,7 sehingga menunjukkan peningkatan aktivitas industri dan masih solidnya permintaan dalam negeri.
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memperkirakan IHSG uji resistance ke level 7.200 pada Jumat (15/12). Secara teknikal, terdapat volume yang stabil serta adanya potensi golden cross pada Stochastic RSI.
Menurutnya, hal ini didorong oleh sentimen eksternal sesuai ekspektasi, The Fed mempertahankan suku bunga acauan di 5,25 persen hingga 5,50 persen. Sentimen lain berasal dari perilisan sejumlah data ekonomi. Amerika Serikat akan merilis data tenaga kerja yakni Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims pada nanti malam (14/12).
"Selain itu investor juga menanti rilis suku bunga acuan dari ECB dan BoE yang diperkirakan mengikuti langkah The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di pertemuan Desember tahun ini," kata Valdy dalam risetnya pada Jumat (15/12).
Valdy bilang, keputusan The Fed pada FOMC Desember 2023, juga ikut mendorong penguatan nilai tukar rupiah sebesar 1,02 persen ke level 15,495 pada Kamis sore (14/12). Di sisi lain, pasar mengantisipasi terhadap rilis data-data ekonomi penting di Jumat (15/12), salah satunya NPI yang diperkirakan kembali surplus di November 2023.
Valdy kemudian merekomendasikan saham BSDE, EXCL, HMSP, INCO, PTBA, SMRA, dan SRTG untuk diperhatikan pada perdagangan Jumat (15/12).
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar