Dec 14th 2023, 22:06, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Suasana debat pertama Calon Presiden Pemilu 2024 di KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Timnas AMIN (Anies-Muhaimin) memberikan catatan dalam penyelenggaraan debat Pilpres 2024.
Juru bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra, menyebut timses paslon nomor urut 1 adalah menyoroti soal aksesibilitas bagi tunarungu selama debat berlangsung.
"Kebetulan saya deputi disabilitas, itu pertama tidak ada subtitle dalam perdebatan. Jadi mereka tidak bisa dengar, akhirnya mereka baca yang bahasa isyarat. Juru bahasa isyarat," kata Surya di kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/12).
Surya menyebut, bahasa isyarat sudah berkembang dan tidak dipakai oleh penyandang tunarungu. Selain itu, ia mengeluhkan karena penerjemah yang hanya satu orang, sementara yang berdebat ada tiga pasangan calon.
"Ada masalah juga terkait dengan bagaimana dia menerjemahkan kata-kata yang kontekstual itu yang muncul itu kata contoh ya, contoh yang kami temukan itu misalnya ada kata afirmasi itu diisyaratkan sebagai akses. Padahal berbeda," ungkapnya.
"Usulan konkret selain memperbaiki kualitas dari juru bahasa isyarat kami juga meminta satu capres atau satu cawapres satu juru bahasa isyarat," sambungnya.
Surya juga menyarankan agar organisasi penyandang disabilitas turut dilibatkan dalam penyusunan teknis debat.
Suasana rapat evaluasi KPU bersama tim paslon capres/cawapres setelah debat pertama di Kantor KPU RI, Jakarta, pada Kamis (14/12/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Sementara Anggota KPU August Mellaz menyebut sudah menerima catatan-catatan dari masing-masing timses calon. Catatan tersebut menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan debat selanjutnya.
"Semua tim paslon memberikan catatan, KPU-nya juga memberikan catatan. Kita juga diberi catatan. Jadi semua menerima dalam rangka perbaikan itu," kata Mellaz di kantor KPU, Jakarta, Kamis (14/12).
Debat Pilpres 2024 selanjutnya akan digelar pada Jumat (22/12). Debat yang mempertemukan para cawapres itu akan membahas masalah ekonomi, yakni ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN, APBD, infrastruktur dan perkotaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar