Search This Blog

5 Stereotip Hubungan yang Sering Dianggap Normal, Walau Sebenarnya Toxic

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
5 Stereotip Hubungan yang Sering Dianggap Normal, Walau Sebenarnya Toxic
Dec 15th 2023, 18:31, by ananda amelia, kumparanWOMAN

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Bicara soal hubungan asmara memang tak pernah jauh dari berbagai macam stereotip yang ada di masyarakat. Setuju, Ladies?

Seperti yang kita tahu, hubungan antarmanusia memang dikenal rumit. Hal ini pun akhirnya kerap membuat kamu sering terjebak dengan stereotip orang-orang soal bagaimana cara menjalani hubungan yang baik.

Akan tetapi, tahukah kamu bahwa sebenarnya ada beberapa stereotip hubungan yang kerap dianggap normal, padahal sebenarnya tidak. Justru bila dibiarkan akan memicu hubungan yang toxic. Penasaran? Simak selengkapnya seperti yang sudah dikutip dari Verywell Mind.

1. Hubungan putus nyambung itu baik

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Banyak yang menganggap bahwa hubungan putus nyambung berarti dua orang tersebut adalah cinta sejati karena akhirnya akan terus kembali bersama. Padahal, kebiasaan itu bisa dikategorikan toxic.

Terapis hubungan dan keluarga berlisensi dari California, Amerika Serikat, Anabel Basulto, menyebut bahwa pola yang berulang itu menandakan adanya rasa tidak puas dalam hubungan. Ia menyarankan untuk mengambil jeda sejenak sambil menilai apa yang sebenarnya dibutuhkan di hubungan tersebut.

2. Mengontrol perilaku = cinta

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Have a nice day Photo/Shutterstock
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Have a nice day Photo/Shutterstock

Gagasan ini sebenarnya bisa dikatakan berbahaya jika terus dibiarkan. Menurut Anabel Basulto, membiarkan orang lain mengendalikan perilaku dan cara berpikir kamu dapat berdampak pada rasa percaya diri dan harga dirimu. Ingat, hubungan yang sehat dibangun atas dasar kepercayaan dan saling mengerti.

3. Perempuan harus jadi "pengasuh"

Ilustrasi pasangan dengan tinggi badan berbeda jauh. Foto: interstid/Shutterstock
Ilustrasi pasangan dengan tinggi badan berbeda jauh. Foto: interstid/Shutterstock

Istilah kuno ini masih banyak ditemui sampai sekarang. Stereotip yang tidak adil ini membebani perempuan dan meremehkan kemampuannya untuk berpartisipasi secara setara dengan laki-laki. Dampaknya, kebanyakan perempuan bisa menjadi merasa terisolasi.

4. Perempuan harus memaklumi pasangannya selingkuh

Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Tak jarang saat ini kita melihat perempuan yang jadi korban perselingkuhan harus bisa memahami sisi suaminya. Padahal, kepercayaan adalah suatu hal yang mutlak. Bila dirusak, biasanya tak selalu mudah untuk kembali normal. Stereotip yang menyudutkan seperti ini tentunya harus segera dihilangkan.

5. Segala sesuatu di hubungan harus 50/50

Ilustrasi pasangan suami istri berciuman. Foto: Bangkok Click Studio/Shutterstock
Ilustrasi pasangan suami istri berciuman. Foto: Bangkok Click Studio/Shutterstock

Segala hal yang menyangkut pasangan harus seimbang, yakni 50/50. Sebab, jika berat sebelah bisa menjadi hancur. Ternyata, anggapan itu sebenarnya keliru, Ladies. Setiap orang dalam suatu hubungan memiliki kekuatan dan kemampuan masing-masing. Setiap pasangan perlu berusaha untuk menjalani kehidupannya, dan apa pun hasil atau tantangannya, harus tetap dijalani berdua.

Nah adakah 5 tanda ini dalam hubungan yang sedang kamu jalani?

Media files:
01he4knvyrvqt6g5pr8c78m936.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar