Postpartum Depression, Lakukan Ini Bila Muncul Rasa Ingin Menyakiti Bayi. Foto: Shutter Stock
Seorang ibu yang baru saja melahirkan rentang mengalami sindrom baby blues. Apabila tak tertangani dengan baik, sindrom ini bisa berubah menjadi Postpartum Depression (PPD).
Perasaan atau pikiran berlebihan pada fase awal memiliki bayi sering kali membuat para ibu tak nyaman. Kadang perasaan ini, membuat seorang ibu merasa ingin menyakiti bayinya sendiri.
Psikolog klinis, Nuran Abdat, M. Psi, mengatakan ibu yang baru memiliki anak dan memiliki perasaan tak nyaman sebaiknya mencari teman untuk bercerita. Jika tidak ada orang, sebaiknya ibu menjaga jarak dulu dengan bayi.
"Pertama, jika pikiran itu muncul, akan sangat bijak untuk mengomunikasikan dengan orang yang paling dekat. Ada enggak orangnya terlebih dahulu? Apabila tidak ada orang terdekat, please anak kita bisa kita taruh box lebih dulu, taruh kasur lebih dulu," kata Nuran dalam media briefing Postpartum Depression bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kamis (3/8).
Nuran menuturkan ibu dapat melakukan teknik relaksasi agar dapat memproses perasaan negatif tersebut sehingga bisa dikendalikan. Ibu bisa memakai teknik relaksasi sederhana seperti bernapas atau bersandar
"Kitanya agak mundur. Cari posisi yang lebih nyaman dan lakukan kemungkinan teknik relaksasi apa pun yang bisa kita lakukan saat itu," kata Nuran.
"Kalaupun kita mungkin mau pegang kepala kita atau mau pegang dada kita sebentar, (bilang) 'Tadi aku berpikir tiba-tiba ingin sekali memukul anakku atau melempar anakku', apa pun yang ada di pikiran kita. 'Sebentar, pikiran itu benar atau tidak?'," sambungnya.
Menjaga jarak dengan bayi, kata Nuran, penting untuk dilakukan. Hal itu diterapkan terutama apabila ibu tak memiliki orang lain yang bisa dimintai tolong.
"Kenapa baby-nya kita minggirkan sebentar? Karena seringkali ibu tidak sedang bersama pendamping tertentu. Jadi saya enggak bisa pastikan ibu bisa langsung meminta pertolongan atau tidak," kata Nuran.
Namun, apabila ada orang yang bisa dimintai bantuan, ibu bisa meminta tolong ke orang tersebut. Dengan begitu, ibu bisa menjauh dari anak untuk sesaat. Selama berjauhan dengan anak inilah waktu yang tepat untuk ibu meluruskan pikiran.
"Setidaknya menenangkan pikiran sesaat, karena kita memang perlu meluruskan dulu pemikiran tadi. Ini pemikiran yang wajar atau tidak wajar, benar atau tidak benar. Kita mau ambil realita kita lagi, kita realistis enggak nih, tepat atau tidak," kata Nuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar